detikNews
Sabtu 14 September 2019, 10:38 WIB

Suap Pengajar Kampus Elite Demi Loloskan Anak, Aktris AS Dipenjara

Novi Christiastuti - detikNews
Suap Pengajar Kampus Elite Demi Loloskan Anak, Aktris AS Dipenjara Aktris Felicity Huffman bersama suaminya, William H Macy (REUTERS/Katherine Taylor)
Massachusetts - Aktris terkenal Amerika Serikat (AS), Felicity Huffman, dijatuhi hukuman 14 hari penjara karena menyuap untuk meloloskan putrinya ke kampus elite AS. Huffman menjadi figur terkemuka pertama yang divonis dalam skandal penyuapan dan penipuan besar-besaran yang mengguncang Amerika ini.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (14/9/2019), Huffman (56) yang dikenal bermain dalam serial televisi ternama 'Desperate Housewives' ini tampak pucat saat meninggalkan gedung pengadilan federal di Boston, Massachusetts, usai vonis dibacakan pada Jumat (13/9) waktu setempat. Dia menggandeng tangan suaminya, William H Macy, yang juga seorang aktor.

Dari 50 orang yang ditangkap terkait kasus ini, kebanyakan merupakan orang-orang kaya yang menjabat CEO dan pengusaha. Huffman menjadi orangtua pertama yang dijatuhi hukuman dalam skandal penipuan untuk membantu anak-anak konglomerat mengamankan posisi di kampus-kampus elite AS.


Huffman yang pernah menjadi penerima nominasi Oscar ini telah mengaku bersalah dalam persidangan pada Mei lalu. Dia bersalah telah membayar suap sebesar US$ 15 ribu (Rp 205 juta) untuk mendongkrak nilai ujian masuk universitas, SAT, milik putrinya.

Hakim Indira Talwani yang menyidangkan kasus ini menuturkan kepada Huffman soal pentingnya memberi pesan kepada para orangtua bahwa mereka tidak bisa menggunakan kekayaan mereka untuk mencurangi mahasiswa-mahasiswa yang seharusnya lebih berhak dan lebih pantas.

"Saya pikir tanpa vonis ini Anda akan memandang masa depan dengan masyarakat di sekitar Anda bertanya mengapa Anda bisa lolos dari ini," ucap Hakim Talwani dalam putusannya.

Ditegaskan hakim Talwani bahwa Huffman bisa membangun kembali kehidupannya usai menjalani vonis 14 hari penjara yang dijatuhkan kepadanya. Selain hukuman penjara, Huffman juga dijatuhi hukuman denda sebesar US$ 30 ribu dan layanan masyarakat sebanyak 250 jam.

"Setelah ini, Anda sudah membayar kewajiban Anda," sebutnya. Huffman diwajibkan untuk melapor ke penjara setempat pada 25 Oktober mendatang.


Dalam pernyataannya, Huffman meminta maaf kepada para mahasiswa dan para orangtua atas perbuatannya. Dia juga menyatakan dirinya menerima vonis yang dijatuhkan oleh hakim. "Saya melanggar hukum. Tidak ada alasan ataupun pembenaran bagi tindakan saya. Harapan saya sekarang adalah keluarga saya, teman-teman saya dan masyarakat sekitar saya akan memaafkan tindakan saya," ucap Huffman dalam pernyataannya.

Selain Huffman, aktris AS lainnya, Lori Loughlin, juga terjerat skandal yang sama. Loughlin yang merupakan istri dari desainer ternama Mossimo Giannulli, pemilik merek mewah 'Mossimo' ini, dikenal pernah bermain dalam sitkom terkenal tahun 80-an hingga 90-an berjudul 'Full House'. Loughlin yang dijerat bersama suaminya, menyatakan tidak bersalah dan masih menunggu sidang.

Skema penyuapan dan penipuan ini dirancang sebuah lembaga persiapan masuk universitas, Edge College & Career Network, yang berkantor di Newport Beach, California. Perusahaan itu melakukan penyuapan kepada tenaga pengajar, mengerahkan joki untuk ujian dan bahkan merekayasa foto anak-anak konglomerat itu agar terlihat atletis demi bisa diterima di salah satu universitas bergengsi AS itu.

William 'Rick' Singer yang menjadi tersangka utama dalam skandal ini, telah mengaku bersalah. Singer mematok biaya sebesar US$ 100 ribu hingga US$ 2,5 juta (Rp 1,4 miliar hingga Rp 35 miliar) untuk layanan per anak. Uang itu disamarkan sebagai sumbangan untuk yayasan yang dikelola Singer, padahal merupakan suap untuk pihak-pihak lain yang membantu skema ini.


Di antara mereka yang ditangkap, terdapat 33 orangtua yang membayar suap dan 13 pengajar yang bersekongkol dengan Singer serta rekanan-rekanannya.

Universitas yang menjadi korban dalam skema penipuan yang dimulai sejak tahun 2011 ini, antara lain Yale University, Stanford University, University of Southern California (USC), University of Texas, Georgetown University, Wake Forest University dan University of California Los Angeles (UCLA). Pihak universitas disebut tidak mengetahui jika tenaga-tenaga pengajar mereka terlibat skema penipuan dan penyuapan ini.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com