detikNews
Jumat 13 September 2019, 19:34 WIB

Israel Dilaporkan Memata-matai Area Dekat Gedung Putih, Netanyahu Bantah

Novi Christiastuti - detikNews
Israel Dilaporkan Memata-matai Area Dekat Gedung Putih, Netanyahu Bantah Ilustrasi (REUTERS/Carlos Barria)
Tel Aviv - Israel dilaporkan memata-matai telepon genggam di sekitar Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas menyangkal laporan itu dan Presiden AS Donald Trump mempercayainya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/9/2019), di sela-sela kunjungan ke Rusia, Netanyahu menegaskan tidak ada aktivitas penyadapan terhadap telepon genggam di sekitar kantor kepresidenan AS di Gedung Putih karena dia melarang aktivitas spionase terhadap AS.

"Saya memiliki arahan: tidak ada koneksi intelijen di Amerika Serikat, tidak aktivitas mata-mata," tegas Netanyahu dalam pernyataannya.


"(Arahan) Itu diberlakukan secara ketat tanpa pengecualian. (Laporan) Itu sepenuhnya rekayasa," imbuhnya.

Laporan soal aktivitas spionase Israel di AS itu diulas oleh outlet berita online Politico yang melaporkan bahwa para pejabat AS meyakini Israel ada di balik alat bernama stingray scanner yang ditemukan di pusat kota Washington DC tahun 2017 lalu.

Stingray scanner mampu meniru fungsi menara komunikasi dalam menyadap panggilan dan pesan singkat dari telepon genggam yang ada di sekitarnya.

Beberapa mantan pejabat keamanan nasional AS menuturkan kepada Politico bahwa analisis forensik yang dilakukan Biro Investigasi Federal (FBI) dan lembaga lainnya terhadap alat stingray scanner itu, mengaitkannya dengan agen-agen Israel.

"Peralatan itu kemungkinan besar dimaksudkan untuk memata-matai Presiden Donald Trump, sebut salah satu mantan pejabat, juga ajudan top dan rekanan terdekatnya -- meskipun tidak jelas apakah upaya-upaya Israel itu berhasil," tulis Politico dalam ulasannya.


Dalam pernyataan terpisah, Trump yang menyebut dirinya sebagai Presiden AS paling pro-Israel dalam sejarah AS, menuturkan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya tidak mempercayai tuduhan itu.

"Saya pikir Israel tidak memata-matai kita. Saya mendapati itu sulit dipercaya," ucap Trump.

Alat bernama stingray scanner ini secara resmi disebut sebagai alat penangkap identitas pelanggan seluler internasional (IMSI), yang mampu memantau dan melacak perangkat komunikasi seluler saat berinteraksi dengan jaringan. Alat ini kerap dipakai oleh polisi dalam penyelidikan untuk menyadap aktivitas telepon genggam para tersangka dan menjadi kontroversi karena digunakan tanpa izin resmi.

Dua tahun lalu, sejumlah stingray scanner ditemukan di dalam wilayah Washington DC saat proyek uji coba Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk menyelidiki risiko yang diberikan oleh alat tersebut. Dalam surat kepada Senator Ron Wyden pada Mei 2018, DHS menyebut alat itu juga ditemukan 'di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan fasilitas-fasilitas sensitif seperti Gedung Putih'.

Namun pelaku yang meletakkan alat-alat itu tidak pernah teridentifikasi hingga kini.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com