detikNews
Jumat 13 September 2019, 04:01 WIB

Raja Salman Kecam Janji PM Israel yang Mau Caplok Lembah Jordan

Haris Fadhil - detikNews
Raja Salman Kecam Janji PM Israel yang Mau Caplok Lembah Jordan Raja Salman (Foto: istimewa)
Riyadh - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud kembali menyampaikan kecaman terhadap rencana Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mencaplok Lembah Jordan di Tepi Barat, Palestina. Hal itu disampaikan Raja Salman saat bicara lewat telepon dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Dilansir dari AFP, Kamis (12/9/2019), Netanyahu yang berjuang untuk memenangkan pemilihan kembali dalam Pemilu 17 September 2019 mengeluarkan janji yang sangat kontroversial yaitu mencaplok Lembah Jordan, yang merupakan sekitar sepertiga dari Tepi Barat.

"Raja mengulangi kecaman Arab Saudi dan penolakan tegas atas deklarasi Perdana Menteri Israel atas niatnya untuk mencaplok tanah dari Tepi Barat," lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency sebagaimana dilansir dari AFP.



Raja Salman juga mengatakan janji Netanyahu menandai eskalasi yang sangat berbahaya terhadap rakyat Palestina serta merupakan pelanggaran mencolok PBB dan hukum internasional.

Langkah-langkah Netanyahu pada dasarnya dapat menghancurkan harapan yang tersisa untuk solusi dua negara dalam mengatasi konflik Israel-Palestina. Janji Netanyahu itu juga mengundang kecaman keras dari Palestina, PBB, Uni Eropa dan negara-negara Arab.

Atas permintaan Arab Saudi, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat para menteri luar negeri pada hari Minggu untuk membahas 'eskalasi Israel'.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah mengutuk janji kontroversial PM Netanyahu untuk mencaplok Lembah Jordan di Tepi Barat jika terpilih kembali dalam pemilu Israel. Saudi menyebut langkah itu sebagai 'eskalasi yang sangat berbahaya' yang perlu ditolak oleh semua negara dan organisasi internasional.



Dalam pernyataan itu, Saudi juga meminta digelarnya pertemuan darurat OKI di tingkat Menteri Luar Negeri, guna "membahas masalah ini, mengembangkan rencana aksi mendesak dan meninjau kembali perlakuan terhadap Israel, untuk menanggapi pengumuman ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan."

"Arab Saudi mengutuk dan dengan tegas menolak pengumuman Perdana Menteri Israel bahwa jika dia terpilih kembali minggu depan, dia akan segera mencaplok bagian dari Tepi Barat yang diduduki tahun 1967," demikian statemen Kerajaan seperti dilansir media Arab News, Rabu (11/9).
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com