detikNews
2019/09/11 15:16:05 WIB

Tuduhan Serangan Seksual Guncang Pemerintahan PM Selandia Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Tuduhan Serangan Seksual Guncang Pemerintahan PM Selandia Baru Jacinda Ardern (Reuters)
Wellington - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, meminta maaf atas cara partainya, Partai Buruh, menangani tuduhan kekerasan seksual yang dilontarkan terhadap salah satu anggota partai tersebut. Terkait persoalan ini, seorang pejabat tinggi Partai Buruh terpaksa mengundurkan diri.

Seperti dilansir AFP, Rabu (11/9/2019), dalam skandal paling misterius sejak menjabat sebagai PM Selandia Baru pada akhir tahun 2017, Ardern mengakui bahwa 'kesalahan telah dilakukan' setelah seorang relawan Partai Buruh menuduh seorang staf senior menyerangnya secara seksual, tahun 2018 lalu.

"Mengangkat tuduhan serangan seksual merupakan hal yang sangat sulit dilakukan -- karena tekanan yang muncul dari cara tuduhan ini ditangani sungguh luar biasa membuat tertekan," sebut Ardern dalam pernyataannya.


Tuduhan yang dimaksud dilontarkan seorang relawan wanita berusia 19 tahun yang menuduh seorang staf senior Partai Buruh Selandia Baru telah melakukan serangan seksual terhadapnya. Serangan seksual itu disebut terjadi di rumah staf senior yang tidak disebut namanya itu pada Februari tahun lalu.

Serangan seksual ini telah dilaporkan korban kepada Presiden Partai Buruh, Nigel Haworth pada Oktober tahun yang sama.

Hasil penyelidikan internal oleh Partai Buruh tidak merekomendasikan tindakan apapun untuk staf senior tersebut. Pada Selasa (10/9) waktu setempat, Haworth berargumen bahwa pihak pelapor tidak memberitahukan kepada dirinya soal keseriusan tuduhannya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com