AS Akan Galang Dukungan untuk Uighur di Sidang Majelis Umum PBB

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2019 14:55 WIB
kamp Uighur di Xinjiang (Foto: Antara Foto/M. Irfan Ilmie)
Washington - Pemerintah Amerika Serikat akan memanfaatkan sidang Majelis Umum PBB bulan ini untuk menggalang dukungan dunia bagi warga Uighur yang bermukim di Xinjiang, China.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo mengatakan, penahanan massal warga Uighur oleh otoritas China akan menjadi prioritas bagi AS dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia tersebut.

"Kami akan mengadakan sejumlah pertemuan di mana upaya-upaya kami adalah untuk mengajak negara-negara lain ikut membantu kami mengangkat aktivitas yang tengah berlangsung ini," ujar Pompeo di depan para mahasiswa di Kansas State University seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/9/2019).


"Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini mungkin berakhir menjadi salah satu noda terburuk di dunia abad ini. Ini sebesar itu," katanya.

"Ini pada dasarnya bukan tentang keamanan nasional bagi mereka, ini bukan tentang ekstremisme Islam di China barat. Ini tentang kebebasan dan martabat bagi individu," ujarnya.



Pompeo mengatakan bahwa upaya-upaya yang dilakukan saat ini belum cukup karena situasi belum berubah di wilayah Xinjiang, China.

"Cara kami adalah untuk mengidentifikasi tantangan dan kemudian untuk menggalang dunia, dan kami telah melakukannya hari ini dengan beberapa keberhasilan tetapi tidak cukup," tuturnya.


Kelompok-kelompok HAM menyatakan bahwa lebih dari satu juta warga Uighur dan warga etnis minoritas muslim lainnya telah ditangkapi di Xinjiang.

Otoritas China dituding mencoba menjauhkan mereka dari tradisi Islam dan membaurkan mereka ke kultur mayoritas Han. Namun tuduhan itu dibantah pemerintah China yang menyebut kamp-kamp di Xinjiang merupakan tempat pelatihan kejuruan dan bahwa sebagian besar orang telah keluar dari kamp-kamp tersebut. (ita/ita)