Sosok Robert Mugabe: dari Pahlawan Pembebas Jadi Penindas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 14:40 WIB
Robert Mugabe dalam foto pada Juli 2018 yang diambil di kediaman pribadinya yang disebut 'Blue Roof' di Harare (REUTERS/Siphiwe Sibeko/File Photo)
Harare - Robert Mugabe sempat dijuluki sebagai pahlawan pembebasan Afrika dan pejuang rekonsiliasi ras ketika dia pertama memimpin Zimbabwe tahun 1980 silam. Namun empat dekade kemudian, Mugabe dikecam, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai diktator yang terobsesi pada kekuasaan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (6/9/2019), Mugabe yang lahir pada 21 Februari 1924 ini terdidik sebagai seorang pastor Jesuit dan bekerja sebagai guru sekolah dasar sebelum mengenyam pendidikan di University of Fort Hare di Afrika Selatan. Di kampus itu, Mugabe mengembangkan paham nasionalisme Afrika.

Kembali ke Rhodesia -- sebutan wilayah Zimbabwe sebelumnya -- tahun 1960, Mugabe memasuki dunia politik. Namun empat tahun kemudian, dia dijebloskan ke penjara selama satu dekade karena menentang kepemimpinan kulit putih.


Saat anak laki-lakinya yang masih bayi meninggal karena malaria di Ghana tahun 1966, Mugabe yang masih dibui dilarang menghadiri pemakaman. Keputusan oleh pemerintahan kulit putih itu menurut para sejarawan, berkontribusi pada kepahitan yang dipendam Mugabe dalam hidupnya.

Setelah dibebaskan, Mugabe naik ke jajaran top Tentara Pembebasan Nasional Afrika Zimbabwe. Dia dijuluki sebagai 'gerilyawan pria pemikir' karena menyandang tujuh gelar sarjana, dengan tiga gelar di antaranya diraih di balik jeruji besi. Selanjutnya, saat dia menghancurkan musuh-musuh politiknya, Mugabe membanggakan 'gelar' lain yakni 'sarjana dalam kekerasan'.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4