Mengutip AFP, Kamis (5/9/2019), lima sekolah sudah ditutup sementara lebih awal karena risiko paparan timbal. Saat kejadian, api besar yang menghancurkan atap dan menara Katedral Notre-Dame itu melelehkan ratusan ton timah.
Pemerintah Kota Paris telah melakukan pengetesan kadar paparan timbal pada April lalu. Pihak berwenang juga melakukan pengujian dan membersihkan puluhan sekolah umum sebelum dimulainya semester baru minggu ini.
Sekitar 260 siswa yang bersekolah di dekat Notre-Dame telah menjalani tes darah untuk mengetahui paparan timah efek kebakaran 15 April lalu, meskipun hanya tiga yang mengungkapkan kadar timbal tingkat tinggi.
Pejabat kesehatan belum dapat membuat kesimpulan hubungan antara kadar timbal dengan efek kebakaran. Warga menuduh pihak berwenang Paris menyepelekan risiko kesehatan, dengan mengatakan mereka lebih fokus pada upaya menjaga agar monumen abad ke-13 tidak runtuh.
Upaya untuk mengamankan struktur Katedral Notre-Dame masih berlangsung. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah menetapkan target restorasi Notre-Dame selesai dalam kurun waktu lima tahun. (idn/lir)











































