Insiden Drone, Hizbullah: Respons terhadap Israel Telah Diputuskan

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 01 Sep 2019 03:36 WIB
Foto ilustrasi: Hizbullah Libanon (Reuters)
Beirut - Insiden drone yang diduga milik Israel berbuntut panjang. Organisasi politik dan milisi Syiah Libanon, Hizbullah, menyatkaan telah memutuskan sikap untuk menanggapi tindakan Israel.

"Kebutuhan terkait respons telah diputuskan, menegakkan aturan keterlibatan (rules of engagement) dan logika perlindungan negara. Israel harus membayar perbuatannya," kata pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dilansir AFP, Minggu (1/9/2019).



Hassan menyatakan hal itu pada Sabtu (31/8) waktu setempat. Ketegangan Israel-Libanon meningkat usai insiden serangan drone yang diduga milik Israel. Drone tersebut terbang di kawasan Beirut selatan, Minggu (25/8) pekan lalu.

Serangan sebelum fajar itu melibatkan dua drone. Satu drone meledak dan menyebabkan kerusakan pusat media milik Hizbullah. Satu drone lagi mengalami tabrakan tanpa ledakan karena kegagalan teknis.


Israel tidak mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Serangan drone di Libanon itu terjadi hanya beberapa jam usai Israel meluncurkan serangan di kawasan Suriah untuk mencegah serangan drone Iran ke negara Yahudi itu.

Hizbullah mengatakan dua milisinya tewas akibat serangan Israel itu. Nasrallah bersumpah untuk membayar agresi Israel.


(dnu/ibh)