detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 11:55 WIB

United Airlines Pindahkan 14 Boeing 737 MAX yang di-Grounded, Untuk Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
United Airlines Pindahkan 14 Boeing 737 MAX yang di-Grounded, Untuk Apa? Ilustrasi -- Puluhan pesawat Boeing 737 MAX yang di-grounded (REUTERS/Lindsey Wasson)
Chicago - Maskapai Amerika Serikat (AS), United Airlines, mulai memindahkan 14 unit pesawat Boeing 737 MAX miliknya ke sebuah gudang jangka-pendek di Phoenix, Arizona. Gudang itu disebut memiliki kondisi udara yang lebih baik, yang akan mempermudah persiapan pesawat ini untuk mengudara kembali.

Boeing 737 MAX di-grounded secara global sejak Maret lalu setelah terjadi dua tragedi maut di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan total 346 orang. Tragedi yang menimpa pesawat Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 terjadi hanya dalam kurun waktu lima bulan.

Pihak Boeing kini tengah mengupayakan perbaikan software pada sistem pengendalian penerbangan 737 MAX, yang diyakini berkontribusi pada tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines. CEO Boeing, Dennis Muilenburg, menyatakan pihaknya menargetkan agar Boeing 737 MAX bisa kembali mengudara paling cepat Oktober.


Begitu Otoritas Penerbangan Federal AS atau FAA menyetujui software terbaru dan pelatihan pilot oleh Boeing, pihak maskapai akan mengunggah perubahan software dan melakukan serangkaian pemeriksaan pemeliharaan pada pesawat-pesawat itu sebelum menerbangkannya kembali dengan membawa penumpang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (29/8/2019), pihak maskapai United Airlines dalam pernyataan terbaru menyatakan, dengan menempatkan 14 unit Boeing 737 MAX yang dimilikinya dalam satu tempat di Phoenix Goodyear Airport akan lebih efisien untuk proses tersebut.

Disebutkan United Airlines bahwa Phoenix merupakan lokasi lebih baik karena kurangnya kelembapan udara dan lebih ramah cuaca untuk menyimpan pesawat.

United Airlines menegaskan bahwa pihaknya telah mendapat izin pemindahan dari FAA untuk 14 unit Boeing 737 MAX miliknya dari lokasi penyimpanan saat ini di Houston, Texas dan Los Angeles, California menuju ke Phoenix, Arizona. Diketahui bahwa Houston, Texas rawan terhadap ancaman badai dan angin topan.


Izin pemindahan itu memungkinkan United Airlines untuk memindahkan pesawat dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Nantinya satu per satu dari Boeing 737 MAX itu akan diterbangkan dari Houston dan Los Angeles ke Phoenix.

Diketahui bahwa dengan adanya grounded secara global, maskapai-maskapai yang memiliki Boeing 737 MAX terpaksa membatalkan ribuan penerbangan. Hal ini berdampak pada profit perusahaan, khususnya saat musim perjalanan musim panas yang sangat sibuk di wilayah AS.

United Airlines yang berkantor di Chicago ini, telah menangguhkan penggunaan Boeing 737 MAX dari jadwal penerbangannya hingga 3 November mendatang. United Airlines pada Rabu (28/8) waktu setempat menegaskan bahwa target waktu bagi mengudaranya kembali Boeing 737 MAX belum mengalami perubahan.

Maskapai AS lainnya, Southwest Airlines, yang disebut sebagai pengguna Boeing 737 MAX terbesar di AS, telah menyerah untuk menargetkan 34 unit Boeing 737 MAX miliknya kembali terbang tahun ini. Southwest Airlines memundurkan target untuk mengoperasikan kembali Boeing 737 MAX ke 5 Januari 2020, atau dua bulan lebih lama dari target sebelumnya. Pesawat Boeing 737 MAX milik Southwest Airlines disimpan di sebuah fasilitas di Victorville, California.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com