detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 17:51 WIB

Pegawai Konsulat Inggris Ditahan, Kanada Larang Staf Konsulat Pergi ke China

Novi Christiastuti - detikNews
Pegawai Konsulat Inggris Ditahan, Kanada Larang Staf Konsulat Pergi ke China Poster bergambar wajah Simon Cheng dipajang dan dibawa seorang demonstran dalam aksi di luar kantor Konsulat Inggris di Hong Kong (AP Photo/Vincent Yu)
Hong Kong - Konsulat Kanada di Hong Kong memberlakukan larangan perjalanan sementara bagi para stafnya ke China. Larangan ini diberlakukan setelah seorang pegawai Konsulat Inggris ditahan oleh China saat melakukan kunjungan bisnis.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Jumat (23/8/2019), Konsulat Kanada di Hong Kong dalam keterangan via email kepada Reuters tidak menyebut alasan dikeluarkannya larangan perjalanan sementara itu. Hanya disebutkan bahwa larangan perjalanan itu berlaku untuk staf lokal Konsulat Kanada.

"Saat ini, staf lokal tidak akan melakukan perjalanan bisnis secara resmi di luar wilayah Hong Kong," demikian pernyataan Konsulat Kanada di Hong Kong.

Larangan ini diberlakukan setelah seorang staf lokal pada Konsulat Inggris di Hong Kong, Simon Cheng, ditahan otoritas China saat menghadiri pertemuan bisnis di Shenzhen pada 8 Agustus lalu.


Sebelum hilang kontak dengan keluarganya, Cheng yang warga Hong Kong tersebut, mengirimkan pesan kepada kekasihnya untuk memberitahu bahwa dia hendak melewati pemeriksaan cukai di stasiun setempat. Cheng seharusnya pulang ke Hong Kong pada malam harinya dengan kereta cepat. Namun dia tidak pernah tiba di Hong Kong.

Pada Rabu (21/8) waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menyebut pegawai konsulat itu telah melanggar aturan hukum soal keamanan publik. Pria itu ada dalam penahanan Kepolisian Shenzhen, yang terletak di perbatasan antara China dan Hong Kong.

Menanggapi larangan itu, Geng menyatakan otoritas China menghormati keputusan Kanada. Namun dia menambahkan kutipan Confucius dalam komentarnya, yang berbunyi: "Seorang pria terhormat selalu terbuka dan siap, seorang pria picik selalu tidak senang dan cemas."

Penahanan Cheng oleh China ini terjadi saat unjuk rasa besar-besaran masih berlanjut di Hong Kong, yang berstatus Wilayah Administrasi Khusus. Unjuk rasa itu awalnya memprotes rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur ekstradisi ke China daratan, namun kemudian meluas menjadi seruan reformasi demokratik.


Beberapa waktu terakhir, China memperingatkan Inggris dan negara-negara Barat lainnya untuk tidak mencampuri urusan Hong Kong.

Otoritas Kanada sendiri memperingatkan adanya pemeriksaan ketat terhadap setiap peralatan elektronik dan gadget milik orang-orang yang melintasi perbatasan antara China dan Hong Kong.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com