Pukuli Tersangka di Rumah Sakit, 2 Polisi Hong Kong Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Agu 2019 17:59 WIB
Ilustrasi -- Personel Kepolisian Hong Kong (REUTERS/Jorge Silva)
Hong Kong - Dua polisi Hong Kong ditangkap karena memukuli seorang pria yang menjadi tersangka dan baru saja ditangkap. Pemukulan yang terjadi di rumah sakit setempat itu terekam kamera yang videonya menjadi viral secara online.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Rabu (21/8/2019), video yang terekam dari CCTV rumah sakit itu, menunjukkan dua polisi berseragam berulang kali memukuli seorang pria yang terbaring di ranjang rumah sakit.

Pria itu tampak dipukuli di bagian selangkangan dan perut, dengan sebuah senter disorotkan ke matanya. Tidak ada orang lain di dalam ruangan yang menjadi lokasi kejadian. Aksi kekerasan itu berlangsung selama beberapa menit, dengan kedua polisi saling bergiliran dalam melakukan pemukulan. Pria yang dipukuli itu disebut baru saja ditangkap polisi saat dibawa ke rumah sakit, namun tidak disebut terkait kasus apa.

Insiden itu terjadi di North District Hospital (NDH) pada Juni lalu. Namun rekaman CCTV baru dirilis pihak rumah sakit pada pekan ini. Dalam pernyataannya, pihak NDH mengonfirmasi bahwa pria yang dipukuli itu datang di bagian kecelakaan dan darurat dengan dikawal polisi pada 25 Juni lalu.


Disebutkan pihak rumah sakit bahwa pria yang tidak disebut namanya itu dalam keadaan 'tidak stabil' dan 'perilakunya menjengkelkan' sehingga mengganggu pasien lainnya. Dia lantas dipindahkan ke bagian 'Disturbed Patient Room' untuk menjalani perawatan dan pengamatan.

Pihak rumah sakit melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan dari seorang anggota dewan setempat soal tindak penganiayaan dari polisi terhadap seorang pasien di dalam rumah sakit pada 27 Juni. Beberapa pekan kemudian, permohonan untuk mendapatkan salinan CCTV rumah sakit diajukan oleh si anggota dewan yang tidak disebut namanya. Setelah melalui serangkaian prosedur, rekaman CCTV itu baru dirilis pada 12 Agustus.

Menurut pihak rumah sakit, mereka selalu berkomunikasi dengan pasien yang menjadi korban penganiayaan melalui kantor anggota dewan itu. Laporan tidak diajukan ke polisi sejak awal karena anggota dewan itu menyatakan 'melapor ke polisi tidak diperlukan'.

Screenshot rekaman CCTV yang menunjukkan pemukulan oleh polisi Hong KongScreenshot rekaman CCTV yang menunjukkan pemukulan oleh polisi Hong Kong Foto: Screengrab: Twitter/Alex Lam via Channel News Asia

Pada Selasa (20/8) waktu setempat, rekaman CCTV itu dirilis ke publik. Juru bicara Kepolisian Hong Kong, John Tse Chung-chung, dalam konferensi pers terbaru mengumumkan penangkapan terhadap dua personel kepolisian itu, yang tidak disebut identitasnya. "Jelas bahwa tindakan yang dilakukan oleh polisi-polisi terkait telah melanggar hukum," ujar John Tse dalam konferensi pers.

"Sejauh ini, dua polisi yang terlibat telah ditangkap atas penyerangan yang menyebabkan luka-luka fisik," tegas John Tse.

"Polisi tidak akan mentoleransi setiap aksi penyerangan atau penganiayaan ilegal terhadap siapa saja oleh setiap polisi manapun," imbuhnya.


Lebih lanjut, John Tse bersumpah penyelidikan menyeluruh dan independen akan dilakukan terhadap insiden ini. "Polisi tidak pernah diizinkan untuk menggunakan kekerasan demi kepentingan mereka sendiri," ucapnya menegaskan.

Dalam keterangannya, John Tse menyebut laporan yang menyebut polisi menutupi insiden ini sebagai klaim palsu. Dia mengakui bahwa meski mendapat laporan sebelumnya, pihak kepolisian baru pertama kali menyaksikan rekaman CCTV itu pada Selasa (20/8) waktu setempat.

Insiden ini kemungkinan besar akan semakin memicu kemarahan pada polisi di tengah maraknya unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong. Beberapa waktu terakhir, unjuk rasa antipemerintah yang digelar di Hong Kong seringkali berujung bentrokan antara demonstran dengan polisi. Kepolisian Hong Kong dikritik karena dianggap mengerahkan kekerasan dalam menghadapi para demonstran, melalui pengerahan gas air mata dan peluru karet.

(nvc/ita)