detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 16:10 WIB

Cekik Mati Pria Kulit Hitam Saat Penangkapan, Polisi New York Dipecat

Novi Christiastuti - detikNews
Cekik Mati Pria Kulit Hitam Saat Penangkapan, Polisi New York Dipecat Foto mendiang Eric Garner (REUTERS/Michael A. McCoy/File Photo)
New York - Seorang polisi di New York, Amerika Serikat (AS), dipecat setelah mencekik mati seorang pria kulit hitam. Insiden itu terjadi lima tahun lalu dalam kasus yang memicu unjuk rasa secara nasional di AS.

Seperti dilansir AFP, Selasa (20/8/2019), Komisioner Kepolisian New York, James O'Neill, menuturkan kepada wartawan setempat bahwa seorang polisi bernama Daniel Pantaleo resmi diberhentikan dari kepolisian terkait kematian seorang pria kulit hitam bernama Eric Garner dalam sebuah insiden saat penangkapan pada Juli 2014 lalu.

Insiden ini memicu aksi protes 'Black Lives Matter' yang digelar secara besar-besaran di AS, yang menyerukan agar polisi yang terlibat diadili atas kematian Garner yang tidak bersenjata. Kata-kata terakhir yang diucapkan Garner, yakni 'saya tidak bisa bernapas', menjadi teriakan para demonstran.

Pemecatan Pantaleo diumumkan setelah Deputi Komisioner Kepolisian New York (NYPD), Rosemarie Maldonado, yang juga hakim administratif NYPD, merekomendasikan pada awal bulan ini agar Pantaleo dipecat. Diketahui bahwa sebelumnya Pantaleo dinonaktifkan dari tugasnya, sembari menunggu keputusan akhir dari O'Neill soal nasibnya.

"Sudah jelas bahwa Daniel Pantaleo tidak bisa lagi mengabdi sebagai polisi New York City," kata O'Neill dalam pernyataannya, sembari menyebut keputusannya sebagai 'pemberhentian segera'.


O'Neill menyebut bahwa ini merupakan keputusan sulit, dengan menyebut beberapa polisi akan 'marah' terhadapnya. Namun dia meyakini dirinya telah mengambil keputusan yang benar. "Jangan buat kesalahan soal itu, ini merupakan tragedi bagi keluarga Garner. Saya bisa memahami itu sepenuhnya. Garner adalah seorang anak, seorang ayah. Setiap orang di NYPD memahami itu," imbuhnya.

Insiden Garner itu berawal saat empat polisi NYPD berupaya menangkap Garner (43) yang dicurigai berjualan rokok secara ilegal di pinggir jalanan di Staten Island, New York pada 17 Juli 2014. Insiden itu terekam dalam sebuah video amatir dan diposting online hingga viral.

Dalam video itu, terlihat momen saat Pantaleo menempatkan lengannya melingkari leher Garner dengan erat dan melumpuhkan Garner yang berperawakan besar di trotoar sebelum melepaskannya. Video itu juga menunjukkan seorang polisi lainnya menekan kepala Garner ke trotoar.

Garner yang melawan saat akan ditangkap ini, tidak membawa senjata apapun. Dia tercatat mengeluhkan dirinya tidak bisa bernapas selama 11 kali saat diamankan polisi NYPD. Setelah Garner hilang kesadaran, dia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Pada 16 Juli lalu, Departemen Kehakiman AS menetapkan bahwa Pantaleo tidak akan dijerat dakwaan federal terkait kematian Garner yang merupakan ayah dari enam anak itu. Keputusan itu memicu kecaman dari keluarga Garner yang menyebut sebagai 'penghinaan'.


Putusan Departemen Kehakiman itu diambil setelah pihak keluarga mengajukan permohonan agar Departemen Kehakiman mempertimbangkan apakah dakwaan federal atau dakwaan sipil bisa dijeratkan terhadap para polisi yang terlibat kematian Garner.

Sebelumnya pada Desember 2014, dewan juru pada pengadilan New York menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menjeratkan dakwaan pembunuhan terhadap Pantaleo. Saat itu klaim yang muncul menyebutkan bahwa Garner menderita gangguan jantung dan asma yang bisa memicu kematiannya.

Secara terpisah, Jaksa Agung wilayah New York, Letitia James, menyebut keputusan untuk memecat Pantaleo itu akan membawa kelegaan bagi keluarga Garner.

"Selama lima tahun, keluarga Garner dan masyarakat di seluruh negara ini telah menunggu keadilan dalam kematian Eric Garner," sebut James dalam pernyataannya. "Sementara kita tidak akan pernah bisa mengubah peristiwa yang terjadi atau membawa kembali Garner, hari ini, sedikit kemiripan dengan keadilan akhirnya ditegakkan," imbuhnya.



(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com