ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 11:20 WIB

Polisi Malaysia Selidiki Zakir Naik Atas Dugaan Provokasi Merusak Perdamaian

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi Malaysia Selidiki Zakir Naik Atas Dugaan Provokasi Merusak Perdamaian Zakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia telah memulai penyelidikan terhadap ulama kontroversial asal India, Zakir Naik. Zakir kini diselidiki oleh Kepolisian Malaysia atas dugaan berniat memprovokasi untuk merusak perdamaian. Sedikitnya ada 115 laporan yang diajukan ke polisi Malaysia terkait Zakir Naik.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (16/8/2019), penyelidikan terhadap Zakir Naik ini didasarkan pada laporan yang diajukan ke polisi di wilayah Gombak, Selangor, dalam beberapa waktu terakhir. Penyelidikan dilakukan oleh Divisi Investigasi Kriminal (CID) Kepolisian Diraja Malaysia (RMP).

"Kami telah membuka dokumen penyelidikan dengan didasarkan pada laporan yang diajukan di Gombak. Sejauh ini, sekitar 115 laporan telah diajukan terkait masalah tersebut," ujar Direktur CID Kepolisian Diraja Malaysia, Komisioner Huzir Mohamed, dalam konferensi pers.

"Kami sedang menyelidiki hal tersebut berdasarkan pasal 504 Undang-undang Pidana," imbuh Huzir dalam pernyataannya.


Huzir tidak menjelaskan lebih lanjut soal perkembangan dalam penyelidikan yang sedang berlangsung. Diketahui bahwa pasal 504 UU Pidana Malaysia mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian.

Laporan media lokal Malaysia lainnya, Malay Mail, menyebut penyelidikan kepolisian fokus pada komentar-komentar Zakir Naik soal warga etnis minoritas di Malaysia yang disampaikan dalam sebuah acara dialog keagamaan di Kelantan, pekan lalu.

Dalam komentar itu, Zakir Naik diketahui menyinggung soal loyalitas warga Hindu di Malaysia kepada pemerintahan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Dia mengklaim bahwa warga Hindu di Malaysia lebih setia pada PM India Narendra Modi daripada Mahathir, meskipun mendapatkan '100 kali' lebih banyak hak dibandingkan warga muslim di India.

Tak hanya itu, Zakir Naik juga mencetuskan pengusiran warga etnis China yang disebutnya sebagai 'tamu lama' di Malaysia. Hal ini diungkapkan Zakir Naik saat merespons seruan deportasi dirinya.


Zakir Naik yang berkewarganegaraan India ini diketahui sudah tiga tahun terakhir tinggal di Malaysia dengan statusnya sebagai permanent resident. Sosoknya selama ini diselimuti kontroversi karena keterbukaannya mengkritik non-muslim dalam ceramah-ceramahnya. Zakir Naik telah menghindari otoritas India sejak tahun 2016, ketika otoritas India menjeratkan dakwaan ujaran kebencian dan pencucian uang.

Diketahui bahwa PM Mahathir dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Malaysia, Bernama, beberapa waktu lalu menyebut Zakir Naik tidak bisa dipulangkan ke India karena 'kekhawatiran akan dibunuh' di sana. "Jika negara manapun ingin menampungnya, mereka dipersilakan," ucap PM Mahathir.



Wawancara Eksklusif Bersama Zakir Naik:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed