detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 14:19 WIB

CEO Boeing Masih Berharap 737 MAX Bisa Kembali Terbang Tahun Ini

Novi Christiastuti - detikNews
CEO Boeing Masih Berharap 737 MAX Bisa Kembali Terbang Tahun Ini Puluhan Pesawat Boeing 737 MAX yang di-grounded terparkir di Boeing Field di Seattle, Washington (REUTERS/Lindsey Wasson)
New York - CEO Boeing, Dennis Muilenburg, masih mengharapkan agar pesawat tipe Boeing 737 MAX bisa mengudara kembali pada tahun ini juga. Namun Muilenburg menekankan bahwa Boeing bisa mengurangi produksi jika terjadi keterlambatan.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Kamis (8/8/2019), Muilenburg menyebut Boeing berencana mengajukan paket sertifikasi kepada Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA sekitar September mendatang, dengan perkiraan persetujuan untuk sertifikasi dirilis sebulan kemudian.

Diketahui bahwa Boeing 737 MAX di-grounded secara global sejak Maret lalu, setelah terjadi tragedi maut Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret lalu yang menewaskan total 346 orang.


Namun demikian, sebut Muilenburg, Boeing akan memangkas atau bahkan menghentikan produksi 737 MAX jika proses persetujuan dengan otoritas penerbangan membutuhkan lebih banyak waktu yang diperkirakan.

"Ini bukan keputusan yang kami ambil secara enteng," sebut Muilenburg dalam konferensi investasi di New York.

Menurut Muilenburg, penghentian produksi Boeing 737 MAX akan berdampak pada 'sekitar 600 supplier, ratusan ribu lapangan pekerjaan'. Dalam pernyataannya, Muilenburg menegaskan bahwa Boeing 'sangat fokus' untuk mengupayakan kembalinya 737 MAX pada 'awal kuartal keempat'.

"Saya pikir itu menjadi keharusan bagi kami untuk memastikan kami menjalankan manajemen kontingensi yang disiplin dan berupaya transparan soal hal ini," ucapnya.


Beberapa waktu terakhir, Boeing terus bekerja secara seksama dengan FAA dan otoritas penerbangan lainnya dalam melakukan perbaikan software demi mengatasi masalah yang muncul pada sistem pengendalian penerbangan pada Boeing 737 MAX. Diketahui, ini diyakini berkontribusi pada tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Namun pada Juni lalu, FAA menemukan masalah baru pada mikroprosesor yang tentunya semakin memperpanjang jangka waktu perbaikan. Mikroprosesor merupakan sebuah sirkuit terpadu atau integrated circuit (IC) yang dipakai sebagai otak utama dalam sistem komputer. Bulan lalu, Muilenburg memperingatkan bahwa 'selalu ada risiko untuk barang-barang baru' hingga prosesnya lengkap.

Pihak maskapai dan otoritas penerbangan AS menghadapi kritikan keras dari para pilot dan pihak-pihak lain terkait cara 737 MAX disetujui untuk terbang sebelumnya, yang dianggap seolah Boeing melakukan sertifikasi sendiri terhadap kebanyakan sistem pada pesawat tersebut.

Respons terhadap tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines juga menuai kritikan. Dengan FAA diketahui tidak langsung memberlakukan grounded terhadap Boeing 737 MAX setelah kecelakaan pertama terjadi pada Oktober 2018.


Ditambahkan Muilenburg bahwa Boeing terus berkomunikasi secara erat dengan pihak maskapai membahas soal kompensasi untuk penerbangan-penerbangan yang tertunda juga pengantaran pesawat yang terlambat, serta strategi untuk meyakinkan publik begitu 737 MAX diberi lampu hijau untuk terbang kembali.

"Kami tahu bahwa dibutuhkan waktu untuk membangun kembali kepercayaan publik," ujarnya.



Tonton video Belum Selesai Digrounded, FAA Temukan Masalah Baru di Boeing 737:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/hri)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com