2 Pastor Diadili di Argentina Terkait Pelecehan Seks Anak-anak Tunarungu

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 13:40 WIB
Nicola Corradi (tengah) bersama Horacio Corbacho (kedua dari kiri) dan Armando Gomez (paling kiri) (Andres Larrovere/AFP)
Nicola Corradi (tengah) bersama Horacio Corbacho (kedua dari kiri) dan Armando Gomez (paling kiri) (Andres Larrovere/AFP)
Buenos Aires - Dua pastor dan seorang tukang kebun di Argentina mulai diadili atas dakwaan pelecehan seksual. Ketiganya didakwa mencabuli anak-anak tunarungu yang ada dalam pengasuhan mereka.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/8/2019), ketiga terdakwa dalam kasus ini diidentifikasi sebagai dua pastor bernama Nicola Corradi (83) yang berasal dari Italia dan Horacio Corbacho (59) yang berasal dari Argentina, serta seorang mantan tukang kebun bernama Armando Gomez (49).

Tindak pidana ini terjadi di sebuah sekolah Katolik khusus anak tunarungu, Provolo Institute, yang ada di kota Mendoza, Argentina. Sekolah itu diketahui berdiri sejak tahun 1995 lalu.


Dalam kasus ini, ketiga terdakwa dijerat dakwaan pelecehan seksual, korupsi anak-anak dan penganiayaan terhadap 20 anak di sekolah khusus tunarungu itu. Untuk dakwaan-dakwaan tersebut, dua pastor dan seorang mantan tukang kebun ini terancam hukuman maksimum 50 tahun penjara.

Corradi diketahui menjadi kepala sekolah tersebut hingga ditangkap pada November 2016.

Persidangan kasus ini yang digelar secara tertutup, diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan setelah dimulai pada Senin (5/8) waktu setempat. Persidangan dijadwalkan mendengarkan keterangan dari 13 korban yang mengalami pelecehan seksual pada usia 4-17 tahun, terkait dengan 43 tindak pidana.

Di luar pengadilan, sekelompok anak muda yang pernah bersekolah di Provolo Institute membawa poster bertuliskan: "Dukungan untuk penyintas Provolo."


Tahun lalu, seorang mantan bocah altar bernama Jorge Bordon mengaku telah mencabuli lima korban dan divonis 10 tahun penjara.

Provolo Institute yang terletak di Mendoza yang berjarak 1.000 kilometer dari ibu kota Buenos Aires, ditutup pada tahun 2016 setelah tuduhan pertama muncul. Tindak pelecehan seksual di sekolah itu dilaporkan terjadi sejak tahun 2004.

Corradi yang menjadi kepala sekolah itu diketahui datang ke Argentina tahun 1970. Dia diketahui berasal dari Provolo Institute yang asli di Verona, Italia, yang juga diguncang skandal paedofilia dalam beberapa tahun terakhir. Corradi awalnya memimpin Provolo Institute di La Plata sebelum dipindahkan ke Mendoza tahun 1998.

(nvc/ita)