Selamatkan Anak-anak Saat Penembakan El Paso, Tentara Ini Dijuluki Pahlawan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Agu 2019 15:42 WIB
Situasi di lokasi penembakan di El Paso (AP Photo/John Locher)
Texas - Seorang tentara yang sedang tidak bertugas dijuluki pahlawan karena menyelamatkan anak-anak saat penembakan massal terjadi di El Paso, Texas, Amerika Serikat (AS). Bersama seorang pria lainnya, sang tentara ini membawa anak-anak yang ada di lokasi penembakan, ke tempat aman.

Glendon Oakley yang berpangkat Army Specialist menuturkan kepada televisi lokal, KTSM, dan dilansir Reuters, Senin (5/8/2019), bahwa dirinya sedang membeli baju jersey olahraga di Cielo Vista Mall di El Paso saat seorang anak berlari ke dalam toko dan mengatakan ada aksi penembakan di dalam Walmart terdekat.

"Saya berjalan keluar dan saya bergegas ke Foot Locker dan semua yang saya dengar adalah 'dor', 'dor'," ucap Oakley kepada KTSM.


Oakley mengakui baru-baru ini dirinya menerima izin untuk membawa senjata api dan saat itu kebetulan membawa senjata api itu bersamanya.

"Kami terlatih, ketika Anda mendengar suara tembakan, untuk menarik keluar senjata Anda dan berpikir cepat," tuturnya. "Itu sebuah perasaan yang tidak bisa Anda jelaskan," imbuh Oakley.

Dituturkan Oakley bahwa saat dirinya mendekati area parkir Walmart, dia melihat 'sejumlah besar' anak-anak berlarian tanpa orangtua mereka, dengan beberapa anak tampak menangis.

"Jadi saya menggendong sebanyak mungkin (anak-anak) dan membawa mereka bersama saya dan seorang pria lainnya melakukan hal yang sama," ujar Oakley.


Namun ketika Oakley berupaya mengevakuasi anak-anak itu, dia berhadapan dengan polisi yang mengiranya pelaku penembakan. "Ketika saya keluar saya kira salah satu polisi mengira saya sebagai pelaku penembakan atau apa, jadi saya harus menunjukkan kepadanya bahwa peluru saya masih penuh," tuturnya.

Sementara banyak pengguna media sosial memuji dirinya, Oakley menyatakan bahwa saat itu dia lebih mengkhawatirkan keselamatan anak-anak itu daripada dirinya sendiri. "Saya berpikir bagaimana jika anak saya, jika nanti saya punya satu, berada dalam kesulitan yang sama, apa yang saya ingin orang lain lakukan?" ujarnya.

Diketahui bahwa banyak keluarga, yang membawa anak-anak, yang mendatangi Walmart pada Sabtu (3/8) waktu setempat, untuk membeli perlengkapan sekolah untuk anak-anak mereka. Diketahui bahwa kegiatan belajar-mengajar di AS kembali dimulai pekan depan.

Sedikitnya 20 orang, termasuk beberapa warga Meksiko, tewas dalam penembakan brutal itu. Sekitar 26 orang lainnya mengalami luka-luka.


Pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Patrick Crusius (21) telah ditangkap polisi setempat. Dia terancam dijerat dakwaan kejahatan kebencian federal dan dakwaan senjata api federal, yang memiliki ancaman hukuman mati. Namun otoritas federal AS juga menyelidiki penembakan di El Paso sebagai 'terorisme domestik'.

(nvc/ita)