detikNews
Jumat 26 Juli 2019, 16:20 WIB

Southwest Airlines Tak Akan Terbangkan Boeing 737 MAX Hingga 2020

Novi Christiastuti - detikNews
Southwest Airlines Tak Akan Terbangkan Boeing 737 MAX Hingga 2020 Ilustrasi (Reuters)
Washington DC - Southwest Airlines menjadi maskapai pertama Amerika Serikat (AS) yang menyerah untuk menargetkan Boeing 737 MAX kembali mengudara tahun ini. Southwest Airlines memundurkan target untuk mengoperasikan kembali Boeing 737 MAX dari tahun ini ke tahun 2020 mendatang.

Seperti dilansir AFP, Jumat (26/7/2019), Southwest Airlines yang lebih berorientasi pada penerbangan domestik ini, menyatakan kini merencanakan untuk kembali melanjutkan operasional armada Boeing 737 MX miliknya 5 Januari 2020 mendatang, atau dua bulan lebih lama dari target sebelumnya.

Disebutkan Southwest Airlines bahwa pihaknya setidaknya membutuhkan waktu dua bulan untuk melanjutkan operasional begitu Boeing 737 MAX mendapatkan izin dari otoritas penerbangan AS atau FAA untuk menjalani pemeliharaan dan mematuhi arahan FAA, termasuk pelatihan pilot.


Diketahui bahwa Southwest Airlines memiliki 34 unit pesawat Boeing 737 MAX, jauh lebih banyak dari maskapai AS lainnya seperti American Airlines dengan 24 unit atau United Airlines dengan 14 unit. Dengan Boeing 737 MAX masih di-grounded secara global usai dua tragedi maut Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan total 346 orang, Southwest Airlines menyatakan laba bersih kuartal kedua tahun ini menginjak US$ 175 juta.

Direktur Eksekutif Southwest Airlines, Gary Kelly, menuturkan kepada CNBC bahwa dampak lebih besar mungkin akan dirasakan pada kuartal ketiga karena 41 unit pesawat Boeing 737 MAX lainnya akan dikirimkan. Southwest Airlines telah memulai pembicaraan dengan pihak Boeing soal kompensasi untuk dampak pembatalan penerbangan yang dipicu krisis 737 MAX, juga soal penundaan pengiriman unit baru yang memaksa maskapai ini memperlambat peningkatan layanan ke Hawaii.

Diketahui bahwa Boeing telah mempersiapkan dana US$ 4,9 miliar sebagai kompensasi untuk maskapai-maskapai yang menjadi konsumen 737 MAX yang dilanda pembatalan penerbangan dan penundaan pengiriman pesawat.

Dalam pernyataan lebih lanjut, pejabat-pejabat eksekutif Southwest Airlines menyatakan keyakinan bahwa FAA dan Boeing sebenarnya telah menyelesaikan perbaikan pada Sistem Augmentasi Manuver Karakteristik (MCAS), sistem kendali penerbangan yang diyakini berkontribusi pada tragedi maut pada Oktober 2018 dan Maret lalu.


Fokusnya, menurut pejabat eksekutif Southwest Airlines, kini ada pada masalah mikroprosesor yang terdeteksi saat simulasi uji terbang beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, pejabat eksekutif Southwest Airlines menilai risiko terkait masalah mikroprosesor ini sebagai isu terisolasi, namun menyebut peringatan FAA bisa dipahami.

Ditegaskan oleh Kelly bahwa tidak ada bukti niat kriminal dari pihak Boeing, yang kini tengah diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS.

"Boeing adalah perusahaan yang hebat dan Boeing penting tidak hanya bagi Southwest tapi juga bagi negara kita. Dan mereka memiliki persoalan. Mereka mengakui persoalan itu dan saya sangat yakin bahwa mereka fokus dalam menangani persoalan itu dan mengurusi konsumen mereka," sebut Kelly.

"Jadi ini situasi yang sulit dan saya tidak meragukan bahwa kesalahan memang telah terjadi," imbuhnya.



Simak Juga 'Belum Selesai Digrounded, FAA Temukan Masalah Baru di Boeing 737':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com