Round-Up

Manuver Trump Pasok Amunisi ke Saudi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jul 2019 21:36 WIB
Donald Trump (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan manuver terkait pasokan amunisi ke Arab Saudi. Trump melakukan veto terhadap tiga resolusi Kongres AS yang memblokir penjualan senjata ke Raja Salman itu.

Veto Trump ini diumumkan melalui surat yang dikirimkan kepada Senat AS pada Rabu (24/7) waktu setempat. Ini merupakan ketiga kalinya Trump memakai hak vetonya sejak menjabat pada Januari 2017.

"(Resolusi-resolusi itu) melemahkan daya saing global Amerika dan merusak hubungan penting yang terjalin dengan sekutu dan mitra kita," sebut Trump dalam suratnya kepada Senat AS seperti dilansir AFP, Kamis (25/7/2019).



Resolusi Kongres AS ini menjadi teguran keras untuk Trump. Pemerintahan Trump sebelumnya mengambil langkah luar biasa dengan melewati legislator dalam menyetujui penjualan senjata pada Mei.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pemerintah hanya merespons situasi darurat yang dipicu oleh musuh Saudi yaitu Iran. Tetapi para anggota parlemen AS termasuk sejumlah senator dari Partai Republik menyebut tidak ada dasar hukum yang sah untuk menghindari Kongres AS, yang memiliki hak untuk menolak penjualan senjata itu.

Pada bulan lalu, Senator Lindsey Graham dari Partai Republik sempat menyampaikan peringatan keras ke Saudi. Graham berharap voting melawan penjualan senjata akan 'mengirim sinyal ke Arab Saudi bahwa jika Anda bertindak seperti yang Anda lakukan, tidak ada ruang untuk hubungan strategis'.

Pernyataan itu disampaikan Graham merujuk kepada pembunuhan brutal wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, di Turki oleh agen-agen Saudi. Hal itu memicu kemarahan parlemen AS dan menimbulkan krisis besar hubungan Saudi dengan negara-negara Barat.



Sejumlah pihak mengkritik penjualan senjata tersebut akan memicu perang di Yaman. Apalagi, Saudi saat ini memimpin koalisi militer yang didukung AS, yang bertempur melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. PBB menyebut konflik Yaman menyebabkan krisis kemanusiaan terparah di dunia.

Tetapi dalam suratnya, Trump berkukuh menyatakan larangan penjualan senjata 'kemungkinan akan memperpanjang konflik di Yaman dan memperdalam penderitaan yang disebabkannya'.

"Tanpa amunisi yang dipandu-secara-presisi, lebih banyak -- bukan lebih sedikit -- warga sipil kemungkinan akan menjadi korban jiwa," sebutnya.

Trump juga menyinggung Iran dalam suratnya yang membenarkan veto tersebut. "Saudi dan UAE adalah benteng dalam menghadapi aktivitas merugikan Iran dan proxy-nya di kawasan tersebut," tulis Trump dalam suratnya.

Trump mengatakan pemblokiran yang dilakukan Kongres AS melalui resolusi-resolusinya justru akan menghalangi peningkatan 'kemampuan untuk menangkal dan mempertahankan diri terhadap ancaman-ancaman ini'.

(knv/zak)