Rusia Sebut Korut Tahan Kapal Pencari Ikan dengan 17 ABK

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Jul 2019 17:23 WIB
Ilustrasi (Dok. Anadolu Agency)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) dilaporkan menahan sebuah kapal pencari ikan asal Rusia sejak pekan lalu. Kapal itu ditahan beserta 17 awak atau anak buah kapal (ABK) yang ada di dalamnya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/7/2019), penahanan kapal pencari ikan itu diungkapkan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Pyongyang dalam pernyataannya. Disebutkan Kedubes Rusia bahwa patroli perbatasan Korut menahan kapal milik Russian North-Eastern Fishing Company itu sejak 17 Juli lalu.

"Menurut Kementerian Luar Negeri Korea Utara, kapal itu ditahan karena 'melanggar aturan masuk dan tinggal (di Korea Utara)," sebut Kedubes Rusia di Pyongyang dalam pernyataan via Facebook.


Disebutkan Kedutaan Rusia bahwa di atas kapal pencari ikan itu terdapat 15 awak asal Rusia dan dua awak asal Korea Selatan (Korsel).

Lebih lanjut dinyatakan bahwa perwakilan Kedutaan Rusia telah bertemu dengan kapten kapal dan wakilnya, juga dua awal Korsel, yang diinapkan di sebuah hotel di kota Wonsan. Sisa awak lainnya masih ada di atas kapal yang dilabuhkan di pelabuhan Wonsan.

"Seluruh awak dalam kondisi kesehatan yang baik," demikian pernyataan Kedutaan Rusia di Pyongyang. Kedutaan Rusia menyatakan pihaknya telah meminta 'klarifikasi atas apa yang terjadi' kepada otoritas Korut.

Secara terpisah, Kementerian Unifikasi Korsel menyebut kapal pencari ikan bernama Xiang Hai Lin 8 itu meninggalkan pelabuhan Sokcho di Korsel pada 16 Juli lalu. Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan pihaknya tengah berupaya bersama otoritas Rusia untuk 'memastikan keselamatan warga negara masing-masing'


Sementara itu, pihak North-Eastern Fishing Company menyebut kapal itu sedang mencari kepiting dan berlayar dari Korea Selatan ke perairan Jepang saat ditahan oleh patroli Korut di titik 55 mil laut (101 kilometer) dari perbatasan Korut.

"Dua kali sehari, mereka ditanyai dan digeledah secara kasar," sebut Wakil Direktur North Eastern Fishing Company, Sergei Sedler, dalam pernyataan kepada surat kabar Rusia, Kommersant.

Diketahui bahwa patroli laut Rusia kerap menahan para nelayan Korut, yang kebanyakan berlayar dengan kapal kayu, di wilayah Timur Jauh. Beberapa dari nelayan Korut itu telah dijatuhi vonis penjara di Rusia.

(nvc/dhn)