detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 13:12 WIB

Jet Tempur Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan ke Pesawat Militer Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Jet Tempur Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan ke Pesawat Militer Rusia Ilustrasi (Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images)
Seoul - Sejumlah jet tempur Korea Selatan (Korsel) dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah pesawat militer Rusia. Tembakan peringatan dilepaskan karena pesawat militer Rusia itu dianggap melanggar wilayah udara Korsel.

Seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (23/7/2019), Kementerian Pertahanan Korsel dalam pernyataannya menyebut bahwa tiga pesawat militer Rusia awalnya memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korsel di perairan sebelah timur negara itu.

Salah satu pesawat militer Rusia, sebut Kementerian Pertahanan Korsel, kemudian terdeteksi masuk ke wilayah udara Korsel.

Menurut seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang tidak bisa disebut namanya, sejumlah jet tempur Korsel dikerahkan ke area tersebut untuk melepaskan tembakan peringatan.


Menurut pejabat pertahanan itu, pesawat militer Rusia sempat meninggalkan area namun kembali melanggar wilayah udara Korsel pada Selasa (23/7) waktu setempat. Jet tempur Korsel pun kembali melepas tembakan peringatan.

Setiap kali tembakan peringatan dilepaskan jet tempur Korsel, ujar pejabat pertahanan ini, pesawat militer Rusia tidak membalas tembakan.

Sejumlah pejabat Korsel menyebut insiden ini merupakan yang pertama kalinya sebuah pesawat militer Rusia melanggar wilayah udara Korsel.

Wilayah udara Korsel yang dilanggar pesawat militer Rusia itu berada di atas gugusan kepulauan yang dikuasai Korsel, yang terletak di antara wilayah Korsel-Jepang dan menjadi sengketa kedua negara. Rusia tidak terlibat dalam sengketa itu.


Ditambahkan seorang pejabat Korsel bahwa tiga pesawat militer Rusia memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korsel bersama dua pesawat militer China. Namun tidak diketahui pasti apakah Rusia dan China melakukan itu secara sengaja atau tidak.

Menurut pejabat Korsel itu, sebelum terbang bersama pesawat militer Rusia, pesawat-pesawat militer China terlebih dulu memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korsel, tepatnya di pantai barat daya pada Selasa (23/7) pagi waktu setempat. Diketahui bahwa pesawat-pesawat militer China terkadang masuk zona identifikasi pertahanan udara Korsel dalam beberapa tahun terakhir.

Terkait insiden ini, Kementerian Pertahanan Korsel menyampaikan rencana untuk memanggil pejabat Kedutaan Besar Rusia dan China untuk melayangkan nota protes secara resmi.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com