ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 13:11 WIB

Kyoto Animation Pernah Terima Ancaman Sebelum Studionya Dibakar

Novi Christiastuti - detikNews
Kyoto Animation Pernah Terima Ancaman Sebelum Studionya Dibakar Situasi saat studio Kyodo Animation dibakar orang (Kyodo News via AP)
Tokyo - Motif aksi pembakaran gedung tiga lantai yang menjadi studio Kyoto Animation di Jepang, masih misterius. Kyoto Animation mengakui pihaknya pernah menerima ancaman sebelumnya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/7/2019), Presiden Kyoto Animation, Hideaki Hatta, menuturkan bahwa perusahaannya pernah menerima ancaman pembunuhan di masa lalu. Ancaman anonim itu, sebut Hideaki, diterima pihaknya via email.

"Pernah ada email-email berisi ancaman pembunuhan," tutur Hideaki kepada wartawan setempat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sejauh ini, otoritas setempat menyebut 33 orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan gedung tiga lantai itu pada Kamis (18/7) waktu setempat. Sekitar 36 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 10 orang di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat.


Aksi pembakaran di studio Kyoto Animation ini tercatat sebagai pembunuhan massal terparah di Jepang dalam dua dekade terakhir, sejak aksi pembakaran mematikan di distrik hiburan Kabuhicho, Tokyo, tahun 2001 lalu yang menewaskan 44 orang.

"Hati saya merasakan sakit luar biasa. Mengapa kekerasan seperti itu harus digunakan?" ucap Hideaki seperti dilansir Associated Press.

Pelaku yang diduga mendalangi aksi pembakaran ini telah diamankan polisi. Identitasnya belum diungkap ke publik, hanya disebutkan usianya 41 tahun. Diketahui bahwa pelaku mengalami luka bakar serius di wajah dan kakinya. Kini, dia tengah menjalani perawatan medis dan berada di bawah pengawasan polisi setempat.

Motif di balik aksi pembakaran ini masih misterius. Kepolisian Jepang tidak banyak mengungkap informasi soal pelaku maupun soal dugaan motifnya. Laporan media-media lokal menyebut pelaku tidak bekerja di studio animasi itu. Menurut televisi nasional Jepang, NHK, pelaku tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Kyoto Animation. Berdasarkan surat izin mengemudi, pelaku diketahui memiliki alamat di Saitama, pinggiran Tokyo bagian utara.


Namun beberapa media lokal melaporkan bahwa pelaku sempat menyebut Kyoto Animation telah mencuri hasil karyanya. Laporan surat kabar Kyoto Shimbun menyebut pelaku mengatakan kepada polisi: "Saya membakar karena mereka mencuri novel-novel saya."

Seorang saksi mata yang melihat langsung momen saat pelaku diamankan polisi, menyebut pelaku sempat marah dan mengeluhkan bahwa sesuatu telah dicuri darinya, mungkin oleh Kyoto Animation. Menurut saksi ini, pelaku juga berteriak menyebut dirinya sebagai korban aksi plagiat.

"Dia (pelaku-red) terdengar seperti memiliki dendam pada masyarakat, dan dia bicara dengan nada marah ke polisi, sambil dia merasa kesakitan," tutur saksi tersebut kepada Kyodo News. Menurut saksi, pelaku mengalami luka bakar parah di lengan dan kakinya yang membuat celana jeans pelaku hangus hingga terkoyak.

"Dia juga terdengar seperti memiliki dendam pada Kyoto Animation," imbuh saksi tersebut.


Sejumlah korban selamat menyebut pelaku sempat berteriak 'Mati kau!' sebelum menuangkan cairan diduga bensin di pintu masuk gedung tersebut. Pelaku membakar gedung itu pada Kamis (18/7) siang, sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Kebanyakan korban merupakan pegawai Kyoto Animation, yang beroperasi sejak tahun 1981 dan diketahui banyak memproduksi animasi berkualitas tinggi. Beberapa di antaranya, serial televisi 'The Melancholy of Haruhi Suzumiya' dan 'K-On!'.



Simak Video "Fakta-fakta Baru Mengerikan dari Kebakaran Studio Kyoto Jepang"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed