Papua Nugini Tingkatkan Keamanan Usai Pembantaian Etnis

Papua Nugini Tingkatkan Keamanan Usai Pembantaian Etnis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15 Jul 2019 18:16 WIB
Foto: ABC
Foto: ABC
Port Moresby - Otoritas di Papua Nugini (PNG) meningkatkan keamanan untuk mencegah eskalasi lebih parah dari kekerasan etnis di negeri itu. Langkah ini dilakukan setelah setidaknya 24 orang tewas dalam pembantaian etnis pekan lalu.

Etnis-etnis di wilayah dataran tinggi PNG telah berkonflik selama berabad-abad. Namun pekan lalu, temuan jasad-jasad, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menandai eskalasi mematikan perang antar etnis di wilayah provinsi Hela tersebut.

Kepala kepolisian PNG, Bryan Kramer mengatakan, intervensi cepat diperlukan di provinsi Hela -- wilayah terjal di sebelah barat PNG -- guna mencegah pembantaian tersebut terulang kembali.

"Pembunuhan tanpa ampun minggu lalu telah mengubah segalanya," ujar Kramer seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/7/2019).


Kramer mengatakan, konflik antar etnis yang telah berumur puluhan tahun itu telah meluas menyusul pembunuhan seorang anggota suku pada Juni lalu, yang memicu pembantaian kaum perempuan dan anak-anak, yang disebutnya sebagai "pembunuhan balasan terburuk dalam sejarah negara kita".

Kramer menambahkan, satu peleton pasukan pertahanan dan sebuah skuad polisi telah ditempatkan di sebuah Sekolah Dasar setempat untuk "memberikan keamanan selama 24 jam, mencegah eskalasi kekerasan lebih jauh."

Disampaikan Kramer, otoritas akan melibatkan teknologi drone (pesawat nirawak) dan satelit pengintai untuk melacak para pelaku pembantaian yang diyakini telah kabur dari wilayah tersebut.

Pembantaian etnis pekan lalu tersebut menggemparkan PNG. Perdana Menteri (PM) Papua Nugini Kames Marape menyatakan bahwa "ini merupakan hari paling menyedihkan dalam hidup saya," katanya seraya berjanji akan menangkap para pelaku pembantaian itu. Peristiwa ini merupakan yang terburuk yang menimpa PNG dalam beberapa tahun terakhir.


PM Marape yang berasal dari daerah itu, mengatakan pembunuhan dipimpin oleh pria-pria bersenjata dari suku Hagui, Okiru dan Liwi.

Untuk diketahui, dataran tinggi di Papua Nugini letaknya sangat terpencil. Komunitas di sana hidup berdasarkan tradisi suku dan banyak desa kecil tak memiliki fasilitas jalan.

Perang suku kerap terjadi dipicu oleh pemerkosaan atau pencurian ataupun sengketa wilayah. Meskipun konflik ini sudah terjadi puluhan tahun, kekerasan yang terjadi kali ini tetap mengejutkan PNG. Dalam beberapa tahun terakhir, masuknya senjata otomatis membuat konflik menjadi lebih mematikan dan memperluas lingkaran kekerasan.

Simak Video "TNI Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua Nugini"
[Gambas:Video 20detik]
(ita/ita)