detikNews
Senin 15 Juli 2019, 16:14 WIB

Satu Lagi Warga Kanada Ditahan di China, Alasan Penahanan Tidak Jelas

Novi Christiastuti - detikNews
Satu Lagi Warga Kanada Ditahan di China, Alasan Penahanan Tidak Jelas Ilustrasi (AFP Photo/FRED DUFOUR)
Ottawa - Satu lagi warga Kanada ditahan di China di tengah ketegangan antara kedua negara. Alasan penahanan ini masih belum jelas.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/7/2019), kabar penahanan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Kanada atau yang biasa disebut Global Affairs Canada dalam pernyataan terbarunya.

"Urusan Global Kanada menyadari adanya penahanan seorang warga negara Kanada di Yantai, China," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada kepada AFP.

"Otoritas Kanada memberikan bantuan konsuler," imbuh juru bicara tersebut.


Tidak disebutkan lebih lanjut soal identitas warga Kanada yang ditahan di China karena aturan hukum soal privasi. Alasan penahanan oleh otoritas China juga tidak diketahui pasti.

Penahanan warga Kanada ini menyusul penahanan dua warga Kanada lainnya oleh China pada awal tahun ini. Penahanan warga Kanada di China terjadi setelah petinggi Huawei -- raksasa telekomunikasi China -- Meng Wanzhou ditahan di Vancouver, Kanada atas perintah penangkapan dari otoritas Amerika Serikat (AS).

Namun seorang sumber yang memahami penahanan terbaru ini menegaskan bahwa tidak ada indikasi penahanan ini terkait kasus yang menyeret dua warga Kanada sebelumnya. Diketahui bahwa Michael Kovrig yang seorang mantan diplomat dan Michael Spavor yang seorang konsultan, menghadapi dakwaan spionase di China.

Pemerintah Kanada sebelumnya menyebut penahanan Kovrig dan Spavor sebagai tindakan 'sewenang-wenang' oleh China. Kanada juga mempertanyakan apakah penahanan dua warga Kanada itu merupakan balasan atas penahanan petinggi Huawei.


Selain menahan warga Kanada, otoritas Kanada juga diketahui telah menjatuhkan vonis mati terhadap dua warga Kanada lainnya atas dakwaan perdagangan narkoba.

Terlepas dari itu, tidak diketahui pasti apakah penahanan warga Kanada ini masih terkait dengan penangkapan 19 orang dalam kasus narkoba yang terjadi di sebuah cabang sekolah bahasa di Xuzhou, sebelah barat daya kota Yantai.

Di antara mereka yang ditangkap, terdapat tujuh guru dan sembilan siswa asing, yang asal kewarganegaraannya tidak disebut lebih lanjut.

Pada Jumat (12/7) lalu, Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Beijing mengumumkan bahwa empat warganya ditangkap di Provinsi Jiangsu, yang merupakan lokasi wilayah Xuzhou. Alasan penahanan empat warga Inggris itu juga belum diketahui pasti.



Simak Video "Kebocoran Gas di Hotel Kanada, 15 Orang Kritis"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com