ADVERTISEMENT
detikNews
Senin 15 Juli 2019, 03:14 WIB

Polisi Moskow Cokok 25 Demonstran Pro-oposisi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Polisi Moskow Cokok 25 Demonstran Pro-oposisi Ilustrasi demo di Moskow Rusia (Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)
Moskow - Polisi di Moskow menahan lebih dari 25 demonstran dalam sebuah aksi. Aksi tersebut digelar untuk menentang kemungkinan larangan terhadap kandidat oposisi yang ikut dalam pemilihan parlemen di Ibu Kota Rusia.

Dilansir Reuters, Senin (15/7/2019), para pemimpin oposisi melayangkan protes setelah komisi pemilihan Moskow mengatakan sebagian besar kandidat oposisi gagal memenuhi jumlah tanda tangan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Komisi pemilihan sendiri belum secara resmi mengumumkan daftar kandidat yang sah untuk mengikuti pemungutan suara yang memperebutkan 45 kursi di parlemen pada 8 September 2019 mendatang.


Ilya Yashin, seorang kritikus Presiden Vladimir Putin, dan beberapa aktivis lainnya menyerukan pertemuan dengan para pemilih pada hari Minggu (14/7). Acara tersebut kemudian berubah menjadi aksi pawai ke kantor Wali Kota Moskow dan berlanjut ke markas komisi pemilihan.

Yashin tidak terima dengan tuduhan komisi pemilihan. Komisi pemilihan sebelumnya menuduh tanda tangan dukungan untuk Yashin didapat dengan cara curang. Yashin menyebut komisi pemilihan telah melakukan 'penipuan mutlak'.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan lebih dari 25 orang, termasuk beberapa koordinator aksi, ditahan di pusat kota Moskow.

"Mereka tidak merespons perintah polisi untuk menghentikan aksinya. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar juru bicara kepolisian tersebut.


Para peserta aksi meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan anti-Putin. Mereka mendesak pihak berwenang untuk mendaftarkan kandidat mereka.

Ada sejarah aktivis anti-Kremlin yang ditolak aksesnya untuk mencalonkan diri dalam kursi parlemen atau kantor presiden. Alexei Navalny, seorang pemimpin oposisi terkemuka, dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018 setelah para pejabat memutuskan bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk ikut serta karena hukuman penjara yang ditangguhkan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak komisi pemilihan Moskow terkait kejadian ini.

Simak Video "Bila Kadernya jadi Menteri, PAN Tetap Oposisi"
[Gambas:Video 20detik]

(azr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed