Round-Up

Cerita Ngeri Pembantaian Etnis di Papua Nugini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jul 2019 22:02 WIB
Foto: Korban pembantaian di Papua Nugini (ABC Australia)
Foto: Korban pembantaian di Papua Nugini (ABC Australia)
Port Moresby - Warga Desa Munima dan Karida di Papua Nugini (PNG) tentu merasakan suasana mencekam saat pembantaian terjadi di tempat tinggal mereka. Terlebih, anak-anak dan perempuan seolah menjadi sasaran para pelaku pembantaian.

Ya, pembantaian memang terjadi di Desa Munima dan Karida, yang masuk wilayah Tagali, Provinsi Hela, pada 7-8 Juli, beberapa hari lalu. Total korban yang dibantai tak sedikit, yakni 23 orang.

Pembantaian pertama kali terjadi di Desa Munima. Sebanyak tujuh orang warga Desa Munima yang terdiri dari empat pria dan tiga perempuan dibunuh.

Sehari berselang, pembantaian terjadi di Desa Karida. Pembantaian di desa yang dikenal dengan nama Highlands ini bisa dibilang paling mengerikan.




Para pembantai warga Desa Karida seperti benar-benar kehilangan hati nurani. Pasalnya, dari total 16 warga yang dibunuh, dua di antaranya merupakan perempuan yang sedang hamil.

Peristiwa pembantaian di dua desa tersebut diyakini sebagai bagian perang antaretnis yang telah berlangsung sejak 20 tahun. Perang tersebut melibatkan banyak klan.

Gubernur Provinsi Hela, Philip Undialu sudah menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa tersebut. Undialu menyebut bahwa tindakan kekerasan antaretnis sebetulnya jarang terjadi di kawasan tersebut.

"Kami belum pernah mendengar adanya bentrokan antarsuku terjadi di daerah ini. Ini bentrokan yang terjadi di tempat lain, sesuatu yang tidak terduga sebelumnya," kata Undialu.




Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "100 Prajurit Papua Nugini Diterbangkan ke Australia"
[Gambas:Video 20detik]