detikNews
Senin 08 Juli 2019, 19:25 WIB

Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dilanda Tanah Longsor

Novi Christiastuti - detikNews
Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dilanda Tanah Longsor Situasi di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (STR/AFP)
Dhaka - Kamp-kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh dilanda tanah longsor yang dipicu hujan deras. Sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari 4.500 pengungsi Rohingya lainnya kehilangan tempat tinggal.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/7/2019), hujan dengan curah hujan mencapai 35 centimeter terus mengguyur dalam 72 jam terakhir di area kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, sebelum tanah longsor melanda pada Sabtu (6/7) waktu setempat.

Kamp pengungsian di Cox's Bazar menampung lebih dari 900 ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari aksi kekerasan dan penindasan di Myanmar, negara tetangga Bangladesh.


Laporan menyebut ada 26 titik tanah longsor yang melanda kamp-kamp pengungsian yang terletak di area perbatasan dekat Myanmar. Di kamp itu, para pengungsi Rohingya tinggal di gubuk-gubuk seadanya.

Pepohonan yang ada di area perbukitan itu ditebang untuk membangun gubuk juga untuk perapian, sehingga membuat lereng bukit tidak stabil. Seorang pejabat badan pengungsi PBB, Areez Rahman, menuturkan sekitar 30 gubuk pengungsi rusak terkena terjangan badai.

Satu wanita berusia 50-an tahun, sebut Rahman, meninggal dunia usai tertimpa dinding yang roboh. Identitas korban tewas tidak disebut lebih lanjut.

Situasi di kamp pengungsi Rohingya di BangladeshSituasi di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh Foto: STR/AFP

Salah satu pengungsi Rohingya, Nur Mohammad (40), yang tinggal kamp utama di Kutupalong mengatakan, 12 kerabatnya menyelamatkan diri dari gubuk mereka yang hanya tertutup terpal dan mengungsi ke tempatnya.

"Rumah saya sudah terlalu penuh. Saya khawatir bagaimana saya memberi makan orang-orang ini," ucapnya.

Otoritas setempat menyebut sekitar 5 ribu pengungsi Rohingya yang bertahan di area tanpa tuan (no man's land) yang terletak di antara Bangladesh dan Myanmar, juga terkena badai parah. "Anak-anak menderita diare dan kami bahkan tidak punya air minum yang cukup," ucap pemimpin kamp, Dil Mohammad, kepada AFP.


Dituturkan Dil Mohammad, kamp-kamp di sekitarnya digenangi air hingga ketinggian lutut orang dewasa.

Komisioner pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, dalam pernyataan terpisah menyatakan persiapan darurat sedang disusun untuk membantu para pengungsi.
(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com