detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 13:47 WIB

Gerhana Matahari Total Berdurasi 4 Menit, Area 10 Ribu Km Gelap Gulita

Novi Christiastuti - detikNews
Gerhana Matahari Total Berdurasi 4 Menit, Area 10 Ribu Km Gelap Gulita Ilustrasi (REUTERS/Jonathan Ernst)
Santiago - Gerhana matahari total tahun ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang akan terjadi sepanjang tahun 2019. Jalur sepanjang 10 ribu kilometer yang membentang di Samudra Pasifik, Chile dan Argentina akan dilanda kegelapan saat bayangan Bulan secara total menutupi Matahari.

Seperti dilansir media Inggris, BBC dan media India, FirstPost, Selasa (2/7/2019), gerhana matahari total akan bisa disaksikan secara langsung oleh orang-orang yang ada di Samudra Pasifik, Chile dan Argentina pada 2 Juli waktu setempat.

Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA sebelumnya menyatakan bahwa totalitas gerhana akan bisa disaksikan di La Serena, Chile, yang dimulai pada Selasa (2/7) sore, sekitar pukul 16.38 waktu setempat (20.38 GMT). Gerhana matahari total di Chile akan berakhir sekitar pukul 16.40 waktu setempat

Di Junin, Argentina, menurut NASA, gerhana matahari total akan dimulai pukul 17.42 waktu setempat (20.42 GMT) dan berakhir pukul 17.55 waktu setempat.


Diperkirakan gerhana matahari total untuk tahun ini akan berlangsung selama 4 menit 3 detik. Saat totalitas terjadi, suasana siang dan sore hari di Chile, Argentina juga Pasifik Selatan akan berubah gelap seperti malam hari.

Bentangan jalur totalitas gerhana mencapai sekitar 6.800 mil atau setara 10.943 kilometer. Sebagian besar jalur totalitas itu diketahui ada di lautan lepas.

Diketahui bahwa gerhana matahari terjadi saat posisi Matahari, Bulan dan Bumi ada pada garis lurus. Gerhana matahari tepat terjadi saat posisi Bulan ada di antara Matahari dan Bumi. Dalam posisi ini, bayangan Bulan menghalangi Matahari dari Bumi.

Saat terjadi gerhana matahari total, korona atau bagian terluar atmosfer Matahari bisa dilihat oleh manusia yang ada di Bumi dengan mata telanjang. Untuk tahun ini, gerhana matahari total akan dimulai di perairan Pasifik. Bayangan Bulan atau umbra, pertama kali akan menyentuh permukaan laut di sebelah timur Selandia Baru.


Kapal-kapal dan pesawat yang berburu gerhana matahari akan terbang dari Fench Polynesia, gugusan kepulauan yang ada di Pasifik Selatan, untuk bisa melihatnya dari udara.

Daratan yang pertama dan satu-satunya di Pasifik yang ada di jalur totalitas gerhana adalah pulau kecil bernama Oeno Island, yang merupakan bagian dari Pitcairns British Overseas Territory. Pulau karang tanpa penghuni itu, sebut BBC, akan dilanda kegelapan selama nyaris 3 menit, mulai pukul 10.24 waktu setempat.

Umbra kemudian akan mencapai kawasan pantai Chile, dekat La Serena, sekitar pukul 16.38 waktu setempat.

Lintasan totalitas gerhana matahari di Pegunungan Andes dan Amerika Selatan akan berlangsung cepat. Salah satu yang akan merasakan totalitas terakhir adalah penduduk wilayah Chascomus, yang ada di Buenos Aires, sekitar pukul 17.44 waktu setempat, sebelum matahari terbenam.


Meskipun totalitas gerhana tahun ini ada di jalur sempit yang penuh bayangan, ada area lebih luas yang bisa menyaksikan langsung gerhana matahari sebagian. Area lebih luas itu mencakup wilayah Chile dan Argentina lainnya yang tidak bisa melihat gerhana matahari total, kemudian juga Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay dan sebagian Kolombia, Brasil, Venezuela serta Panama. Hanya kawasan pantai utara Amerika Selatan yang tidak bisa menikmati langsung gerhana.

Setelah tahun ini, gerhana matahari total selanjutnya akan terjadi pada 14 Desember 2020 mendatang, juga di wilayah Amerika Selatan.



Simak Video "Pemain Muda Jerman Imbangi Argentina"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com