detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 17:59 WIB

Bertemu di Sela KTT G20, Trump ke Putin: Jangan Campuri Pemilu AS

Novi Christiastuti - detikNews
Bertemu di Sela KTT G20, Trump ke Putin: Jangan Campuri Pemilu AS Trump dan Putin bertemu di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang (Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS)
Osaka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sempat bertemu di sela-sela KTT G20 yang tengah digelar di Osaka, Jepang. Di hadapan wartawan, Trump meminta Putin untuk tidak mencampuri pemilu AS.

Komentar Trump itu dinilai dimaksudkan untuk sedikit mencerahkan suasana di tengah skandal yang memicu penyelidikan selama 2 tahun oleh otoritas AS dan membuat frustrasi Trump, yang di awal-awal menjabat presiden pernah menyatakan akan menjalin hubungan lebih baik dengan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/6/2019), Trump dan Putin berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT G20, sebelum menggelar pertemuan formal empat mata yang pertama sejak pertemuan di Helsinki pada Juli tahun lalu.

Saat ditanya oleh wartawan apakah dia akan membahas isu intervensi pilpres AS itu dalam pertemuan dengan Putin, Trump menjawab: "Iya, tentu saya akan membahasnya."


Jawaban itu memancing tawa Putin. Trump kemudian menoleh ke Putin sambil mengarahkan telunjuknya ke arah pemimpin Rusia itu.

"Tolong, jangan campuri pemilu," ucap Trump kepada Putin di hadapan wartawan.

Para pengkritik Trump menuduhnya terlalu ramah dengan Putin. Trump juga dikritik habis-habisan karena gagal mengkonfrontir Putin di Helsinki tahun lalu, setelah intelijen AS menyimpulkan agen-agen Rusia meretas komputer Partai Demokrat dan memakai akun-akun media sosial palsu untuk menyerang rival Trump dalam pilpres, Hillary Clinton.

Jaksa khusus AS, Robert Mueller, menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menyelidiki apakah ada keterkaitan antara tim kampanye Trump dengan Rusia. Dalam kesimpulannya, Mueller menemukan bahwa Rusia memang mencampuri pemilu AS, namun tidak menemukan bukti yang menunjukkan tim kampanye Trump bersekongkol secara ilegal dengan Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilu.


Diketahui bahwa hubungan AS dan Rusia memburuk beberapa tahun terakhir. Bahkan semakin memburuk setelah Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina tahun 2014 dan mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik Suriah. Dalam wawancara terkini, Putin menyebut hubungan kedua negara 'semakin buruk dan buruk'.

Trump sendiri berupaya untuk menjalin kerja sama dengan Putin dalam berbagai isu, termasuk isu Korea Utara (Korut). Pada Jumat (28/6) waktu setempat, Trump menekankan dirinya positif soal hal itu.

"Sungguh kehormatan besar bisa bersama Presiden Putin. Kami memiliki banyak hal untuk dibahas, termasuk perdagangan dan termasuk sejumlah perlucutan senjata," ucap Trump.


Bertemu Presiden Korsel, Jokowi Dapat Ucapan Selamat Menang Pilpres:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Trump Batalkan Perjanjian Damai dengan Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com