detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 19:41 WIB

Abaikan Peringatan Bom Paskah, Eks Menhan Sri Lanka Terancam Diadili

Novi Christiastuti - detikNews
Abaikan Peringatan Bom Paskah, Eks Menhan Sri Lanka Terancam Diadili Situasi usai rentetan ledakan bom saat perayaan Paskah di Sri Lanka pada 21 April lalu (Derana TV/via Reuters TV)
Kolombo - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Sri Lanka, Hemasiri Fernando, terancam ikut diadili atas 'kesalahan besar' dalam sektor keamanan terkait serangan bom Paskah yang menewaskan 258 orang. Fernando menjadi pejabat pertahanan paling senior yang ikut diselidiki terkait bom Sri Lanka.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/6/2019), Jaksa Agung Sri Lanka, Dappula de Livera, dalam pernyataan terbaru menyatakan bahwa Fernando harus diselidiki atas kegagalannya mencegah atau meminimalisir serangan bom saat perayaan Paskah pada 21 April lalu.

Fernando diketahui menjabat sebagai Menhan Sri Lanka sebelum rentetan bom bunuh diri mengguncang tiga gereja dan tiga hotel. Dia dipaksa mundur dari jabatannya usai rentetan bom terjadi.

Dalam surat kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Sri Lanka, Jaksa Agung De Livera menyebut bahwa penyelidikan komisi kepresidenan telah menemukan 'kesalahan besar' yang dilakukan Fernando.


Sementara Fernando menjadi pejabat pertahanan paling senior yang terancam diadili, Presiden Maithripala Sirisena, juga menonaktifkan Kepala Kepolisian Pujith Jayasundara setelah dia menolak mundur.

Baik Fernando maupun Jayasundara telah memberikan keterangan di hadapan komisi parlemen Sri Lanka dan menuduh Sirisena gagal mematuhi protokol yang tepat dalam menangani ancaman keamanan nasional.

Otoritas Sri Lanka telah mengakui bahwa mereka mengabaikan peringatan intelijen dari India soal rencana serangan dari militan lokal bernama Jamaah Tauhid Nasional (NTJ). Diketahui bahwa otoritas intelijen India menyerahkan informasi-informasi soal target-target serangan sejak 4 April. Informasi disebut yang didapat dari seorang tahanan militan di India.

Pekan lalu, Jaksa Agung memerintahkan penyelidikan terhadap sembilan polisi Sri Lanka yang dianggap mengabaikan peringatan keamanan sebelum serangan bom terjadi. Identitas sembilan polisi yang diselidiki dan akan didakwa pidana itu tidak disebut lebih lanjut. Hanya disebutkan bahwa mereka merupakan perwira senior di distrik-distrik yang menjadi lokasi serangan bom bunuh diri.


Dari 258 korban tewas sekitar 45 orang di antaranya merupakan warga negara asing. Sekitar 500 orang lainnya menjadi korban luka. Sejak serangan bom terjadi saat perayaan Paskah pada 21 April lalu, Sri Lanka ada di bawah masa darurat.


Polisi Sri Lanka Rilis Foto Pelaku Bom Paskah:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com