detikNews
Senin 24 Juni 2019, 17:31 WIB

Dinyatakan Bersalah Jual Minyak ke Korut, Pengusaha Taiwan Bunuh Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Dinyatakan Bersalah Jual Minyak ke Korut, Pengusaha Taiwan Bunuh Diri Ilustrasi (Thinkstock)
Taipei - Seorang pengusaha Taiwan nekat bunuh diri setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penjualan minyak secara ilegal ke Korea Utara (Korut). Pengusaha ini melompat dari sebuah gedung hingga tewas.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/6/2019), otoritas Taiwan diketahui mulai menyelidiki pengusaha bernama Chen Shih-hsien sejak tahun lalu, tepatnya setelah otoritas Korea Selatan (Korsel) menahan sebuah kapal yang terdaftar di Hong Kong yang dicurigai mentransfer minyak ke sebuah kapal Korut.

Aktivitas menjual atau menyalurkan minyak ke Korut jelas telah melanggar sanksi-sanksi PBB.

Chen (54) dijerat dakwaan pemalsuan karena membuat pernyataan palsu soal kapal yang disewanya berlayar ke Hong Kong, padahal sebenarnya berlayar ke perairan internasional untuk menjual minyak.


Bulan lalu, Chen dinyatakan bersalah dalam persidangan di Kaohsiung. Dia dijatuhi vonis 119 hari penjara, dengan hukuman percobaan selama dua tahun.

Aset-aset milik Chen dibekukan oleh pemerintah Taiwan dan rekening-rekening milik perusahaan Chen diblokir selama penyelidikan berlangsung. Pemerintah Taiwan juga memberlakukan larangan bagi semua pihak untuk melakukan transaksi finansial dengan Chen.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kehakiman Taiwan menyampaikan penyesalan mendalam atas kematian Chen. Laporan menyebut, Chen melompat dari sebuah gedung pada Jumat (21/6) lalu, dalam dugaan bunuh diri.

Media-media lokal Taiwan melaporkan bahwa Chen meninggalkan 'pesan bunuh diri', namun jaksa setempat enggan mengomentarinya.


Kasus yang menjerat Chen ini menyangkut soal kapal bernama 'Lighthouse Winmore', yang disita otoritas Korsel pada akhir tahun 2017 setelah dicurigai mengirim 600 ton minyak ke kapal Korut bernama Sam Jong 2.

Kapal yang disita itu diketahui disewa oleh Billions Bunker Group, sebuah perusahaan dengan badan hukum di Marshall Islands dan dikelola Chen. Laporan-laporan menyebut Chen menjual produk-produk minyak melalui 'perantara China'. Namun Chen sebelumnya bersikeras menyatakan dirinya 'dijebak oleh China'.

Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat (AS) diketahui meminta Dewan Keamanan PBB untuk memasukkan 10 kapal, termasuk Lighthouse Winmore, ke dalam daftar hitam (blacklist) karena melanggar sanksi-sanksi untuk Korut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed