detikNews
Minggu 23 Juni 2019, 00:40 WIB

Iran: Kami akan Tegas Hadapi Segala Ancaman AS

Ibnu Hariyanto - detikNews
Iran: Kami akan Tegas Hadapi Segala Ancaman AS Bendera AS dan Iran. (Foto: Getty Images/AFP)
Dubai - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan militer negaranya kepada Iran. Meski demikian, Iran akan menghadapi segala ancaman yang diberikan AS.

"Terlepas dari keputusan apa pun yang mereka (pejabat AS) buat... kami tidak akan membiarkan satu pun perbatasan Iran dilanggar. Iran akan dengan tegas menghadapi segala agresi atau ancaman oleh Amerika," ujar Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi di Dubai, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (22/6/2019).

Kekhawatiran tentang konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat meskipun Trump mengatakan bahwa dia tidak memiliki keinginan untuk berperang dengan Iran. Iran juga mengatakan pihaknya tidak mencari perang tetapi memperingatkan tanggapan 'menghancurkan' jika diserang.


"Setiap kesalahan oleh musuh-musuh Iran, khususnya Amerika dan sekutu regionalnya, akan seperti menembaki tong bubuk yang akan membakar Amerika, kepentingannya dan sekutunya ke tanah," sebut Jubir senior Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi.

Trump sebelumnya mengakui bahwa dirinya membatalkan rencana serangan ke Iran sekitar 10 menit sebelum serangan dilancarkan. Trump mengungkapkan alasannya.

Dalam pernyataan via Twitter, Trump menyatakan dirinya mencabut perintah serangan di menit-menit akhir karena dia menyimpulkan bahwa serangan militer tidak akan menjadi respons yang 'sepadan' terhadap aksi Iran menembak jatuh drone militer AS di Selat Hormuz.


Diketahui bahwa drone pengintai militer AS, Global Hawk RQ-4 -- yang harganya mencapai US$ 110 juta (Rp 1,5 triliun) -- ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara milik Iran saat mengudara di perairan antara Selat Hormuz dan Teluk Oman pada Kamis (20/6). Pentagon menyatakan drone militer itu terbang di atas perairan internasional saat ditembak jatuh. Namun Korps Garda Revolusi Iran menyatakan drone itu 'melanggar wilayah udara Iran' dengan terbang di atas perairan Provinsi Hormozgan.

"Kami siap beraksi untuk membalas, semalam, terhadap tiga target berbeda ketika saya bertanya, berapa banyak yang akan tewas. 150 orang pak, adalah jawaban dari seorang Jenderal," ucap Trump dalam pernyataannya.
(dkp/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com