detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 04:43 WIB

87 Ribu Orang Hilang di Jepang pada 2018, Demensia Penyebab Terbesar

Jabbar Ramdhani - detikNews
87 Ribu Orang Hilang di Jepang pada 2018, Demensia Penyebab Terbesar Lansia Jepang berlatih menggunakan barbel kayu dalam event promosi kesehatan pada September 2018 (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Tokyo - Sebanyak 87.962 orang di Jepang dilaporkan hilang pada 2018. Jumlah ini merupakan yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Dilansir Anadolu Agency, Sabtu (22/6/2019), orang-orang yang hilang di antaranya menderita masalah sosial-ekonomi dan penyakit. Mengutip harian Japan Times, penyakit yang dialami yakni demensia atau menurunnya kemampuan otak untuk berpikir.


Data polisi menunjukkan bahwa penyakit tercatat ada sebanyak 23.347 (26,5%). Untuk orang hilang yang menderita demensia sendiri ada 16.927 orang. Jumlah ini merupakan rekor, meningkat hampir dua kali lipat sejak polisi mulai mengumpulkan data pada 2012.

"Mencerminkan penuaan masyarakat yang cepat, angka tersebut telah mencatat rekor baru setiap tahun. Itu naik 1.064 pada 2018 dari 2017," demikian laporan Japan Times, mengutip data polisi.


Selasa lalu, pemerintah Jepang menyetujui program baru yang bertujuan untuk membantu pasien demensia hidup lebih nyaman karena negara sakura ini memperkirakan ada sekitar 7 juta orang lanjut usia yang menderita demensia pada tahun 2025.

Faktor lainnya yaitu masalah keluarga sebesar 14.866 (16,9%) dan masalah bisnis sebesar 10.980 (12,5%).


"Mereka yang berusia 20-an adalah kelompok usia terbanyak dengan jumlah 18.518. Dari total, 64,1 persen adalah laki-laki dan 35,9 persen perempuan," kata harian itu.
(jbr/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed