detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 15:04 WIB

Putin: Penyelidikan MH17 Tidak Tunjukkan Bukti Rusia Bersalah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Putin: Penyelidikan MH17 Tidak Tunjukkan Bukti Rusia Bersalah kerangka pesawat MH17 (Foto: REUTERS/Michael Kooren)
Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa penyelidikan internasional telah gagal memberikan bukti bahwa Moskow berada di balik penembakan jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17, yang menewaskan 298 orang.

"Apa yang kita lihat sebagai bukti kesalahan Rusia sama sekali tidak cocok dengan kita. Kita percaya bahwa tidak ada bukti di sana," ujar Putin kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/6/2019).

Putin pun kembali menyalahkan otoritas Ukraina atas tragedi jatuhnya MH17.

"Siapa yang mengizinkan penerbangan di atas zona militer? Apakah Rusia? Tidak. Di mana jet-jet tempur?" ujar Putin kepada para wartawan.

"Mereka hanya memilih sekali dan untuk semua dan memilih pihak yang bersalah. Pendekatan penyelidikan semacam itu tidak cocok untuk kita," imbuh Putin.


Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat telah menuding separatis pro-Rusia menggunakan sebuah rudal BUK yang dipasok Rusia untuk menembak jatuh pesawat MH17. Pemerintah Rusia telah membantah tuduhan tersebut dan menyebut rudal Ukraina-lah yang mungkin telah menjatuhkan MH17.

Pesawat MH17 sedang dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia ketika ditembak jatuh di kawasan Ukraina yang sedang dilanda konflik. Pihak penyelidik menyalahkan kelompok separatis yang didukung Rusia dengan tuduhan menembak jatuh pesawat itu dengan rudal buatan Rusia. Pesawat itu jatuh di Ukraina pada 17 Juli 2014, di tengah memuncaknya konflik antara kelompok separatis dan tentara pemerintah Ukraina.


Tim penyelidik internasional yang dipimpin Belanda menyatakan, surat perintah penangkapan internasional telah dikeluarkan untuk tiga warga Rusia, yakni Igor Girkin, Sergei Dubinsky dan Oleg Pulatov, serta seorang warga Ukraina, Leonid Kharchenko yang telah ditetapkan sebagai tersangka penembakan jatuh MH17. Pengadilan kasus ini dijadwalkan dimulai di Belanda pada 9 Maret 2020 mendatang.



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed