detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 16:50 WIB

5 Tersangka Bom Paskah di Sri Lanka Dideportasi dari Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
5 Tersangka Bom Paskah di Sri Lanka Dideportasi dari Arab Saudi Teror bom Sri Lanka menewaskan lebih dari 250 orang (Reuters)
Kolombo - Otoritas Sri Lanka memulangkan lima tersangka yang diduga terkait teror bom Paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang, dari Arab Saudi. Kelima tersangka itu dideportasi ke Sri Lanka usai ditangkap di Saudi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/6/2019), Kepolisian Sri Lanka menolak untuk mengungkapkan informasi detail soal penangkapan kelima tersangka di Saudi. Kepolisian hanya menyebut bahwa kelima tersangka dijemput di sebuah negara di Timur Tengah dan dipulangkan dari Jeddah, Saudi.

"Ini merupakan lima pemimpin kelompok teroris 21 April yang tersisa," kata juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, kepada wartawan setempat.

Kepolisian menyebut kelimanya ditangkap karena terkait dengan teror bom Sri Lanka. Tidak diketahui pasti bagaimana kelima tersangka bisa berada di Saudi.


Serangan bom bunuh diri oleh militan lokal terhadap hotel-hotel mewah dan gereja-gereja setempat saat perayaan Paskah pada 21 April lalu mengejutkan publik. Selama ini Sri Lanka diketahui menikmati kedamaian sejak perang sipil berakhir satu dekade lalu.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas teror bom itu. Namun otoritas Sri Lanka menyebut teror bom dilakukan oleh dua kelompok militan lokal yang tidak terlalu dikenal, Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jamathei Millathu Ibrahim.

Soal lima tersangka yang dipulangkan dari Saudi, kepolisian Sri Lanka enggan menjelaskan peran mereka dalam teror bom Paskah. Hanya disebutkan bahwa salah satu tersangka yang bernama Mohamed Milhan merupakan anggota senior NTJ.

"Dia bisa saja menjadi pemimpin selanjutnya," ucap Gunasekera merujuk pada NTJ.


Diketahui bahwa pemimpin NTJ yang diidentifikasi bernama Mohamed Hashim Mohamed Zahran, dipastikan tewas dalam ledakan bom di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu target serangan pada 21 April lalu. Dia disebut sebagai dalang utama dan salah satu pengebom bunuh diri.

Otoritas Sri Lanka telah menangkap lebih dari 2 ribu orang terkait teror bom itu. Sementara pengadilan setempat membebaskan sebagian besar dari mereka, sekitar 643 orang masih dalam tahanan. Menurut otoritas Sri Lanka, ancaman untuk lebih banyak serangan telah teratasi dan dinas keamanan telah memberantas sebagian besar jaringan terkait bom Paskah.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed