detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 17:39 WIB

Didakwa Coba Gulingkan Negara, Pria AS Terancam Hukuman Mati di Vietnam

Novi Christiastuti - detikNews
Didakwa Coba Gulingkan Negara, Pria AS Terancam Hukuman Mati di Vietnam Ilustrasi (Thinkstock)
Hanoi - Seorang pria Amerika Serikat (AS) keturunan Vietnam ditangkap di Vietnam dan didakwa atas upaya menggulingkan negara. Dia terancam hukuman mati jika terbukti bersalah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (11/6/2019), pria bernama Michael Nguyen itu telah ditahan nyaris setahun oleh otoritas Vietnam. Diketahui bahwa Nguyen ditahan sejak Juli 2018 saat dia bepergian ke Vietnam bersama dua aktivis.

Penahanan terhadap Nguyen dilakukan saat pemerintahan baru yang menguasai Vietnam sejak tahun 2016, tengah mengambil langkah keras terhadap setiap perbedaan pendapat yang muncul. Nyaris 130 tahanan politik saat ini dipenjara di negara tersebut. Di Vietnam yang menganut sistem komunis satu partai, kebebasan pers dilarang dan setiap unjuk rasa adalah ilegal.

Tidak diketahui secara pasti pelanggaran hukum yang diduga dilakukan Nguyen di Vietnam. Namun diketahui bahwa dia dijerat dakwaan 'berupaya menggulingkan negara' oleh otoritas Vietnam. Nguyen yang merupakan ayah dari empat anak perempuan ini terancam hukuman mati jika terbukti bersalah dalam persidangan.


Dia dijadwalkan mulai disidang di pengadilan Ho Chi Minh City pada 24-25 Juni mendatang. Dua aktivis yang ditangkap bersama Nguyen, yakni Huynh Duc Thanh Binh dan Tran Long Phi, juga akan ikut disidang.

Pengacara Binh, Nguyen Van Mieng, menambahkan bahwa ayah kliennya juga akan disidang atas tuduhan gagal melaporkan 'aktivitas kriminal'. "Mereka hanya saling berkomunikasi, mereka tidak membentuk partai politik, mereka tidak berniat untuk mengganti partai yang kini berkuasa," ujar Mieng.

Dalam pernyataan terpisah, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya menyadari adanya laporan satu warga AS yang ditahan di Vietnam sejak Juli 2018. Ditegaskan pejabat AS itu bahwa keamanan setiap warganya di luar negeri menjadi prioritas tertinggi.


Sementara itu, keluarga Nguyen yang ada di AS dalam pernyataannya bersikeras menyebut Nguyen tidak bersalah. Pihak keluarga juga menyebut Nguyen tidak mendapatkan akses terhadap pengacara selama ditahan di Vietnam.

"Dia sangat tidak diuntungkan dan tidak bisa membela diri secara benar terhadap setiap tuduhan yang diarahkan terhadapnya," demikian pernyataan keluarga Nguyen di AS.

Diketahui bahwa Nguyen meninggalkan Vietnam sejak tahun 1975, bersama dengan lebih dari 1 juta warga Vietnam lainnya yang menyelamatkan diri dari rezim komunis yang menguasai negara itu sejak Perang Vietnam berakhir. Kebanyakan pengungsi perang dari Vietnam mendalangi upaya melawan pemerintah komunis dari luar negeri. Namun keluarga Nguyen menegaskan dia tidak terlibat dengan kelompok pembangkang manapun.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed