detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 15:59 WIB

Bocah India Tewas Usai 4 Hari Terjebak di Sumur Sedalam 33 Meter

Novi Christiastuti - detikNews
Bocah India Tewas Usai 4 Hari Terjebak di Sumur Sedalam 33 Meter Proses evakuasi balita India yang terjebak di sumur sempit (PTI via indiatvnews.com)
New Delhi - Sungguh tragis! Seorang bocah berusia dua tahun di India tewas setelah lebih dari empat hari terjebak di dalam sebuah sumur sempit. Balita ini baru berhasil dievakuasi keluar dari dalam sumur pada Selasa (11/6) waktu setempat.

Insiden ini menjadi perhatian nasional dan sempat memicu protes karena terjadi penundaan dalam upaya penyelamatan balita ini. Seperti dilansir AFP, Selasa (11/6/2019), bocah laki-laki bernama Fatehveer Singh ini terjatuh ke sumur sempit di distrik Sangrur, Punjab, saat sedang bermain-main pada Kamis (6/6) lalu.

Sumur itu disebut memiliki kedalaman 33 meter dengan diameter hanya selebar 23 cm. Kondisi ini mempersulit upaya penyelamatan yang dilakukan oleh belasan petugas penyelamat dan relawan setempat. Upaya penyelamatan itu terus disorot oleh televisi setempat dan disaksikan langsung oleh banyak warga setempat.

"Anak itu sudah tiada. Dia ditarik keluar pada pukul 05.00 oleh para personel NDRF (Pasukan Tanggap Bencana Nasional)," tutur seorang anggota parlemen setempat, Vijay Inder Singla, kepada AFP.


Selama di dalam sumur, bocah itu mendapatkan suplai oksigen, tapi tidak mendapatkan suplai makanan maupun minuman. Segera setelah dikeluarkan dari sumur, balita itu diterbangkan dengan ambulans udara ke sebuah rumah sakit di wilayah Chandigarh. Namun sayang, balita itu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat.

Dalam upaya menyelamatkan balita ini, para petugas menggali sebuah lubang yang posisinya paralel dengan sumur tersebut. Mereka kemudian memasukkan sebuah pipa selebar 91 cm ke dalam lubang tersebut, dalam upaya untuk menjangkau balita yang terjebak itu.

Warga setempat marah atas upaya penyelamatan yang gagal. Mereka menggelar aksi protes di lokasi kejadian sambil meneriakkan slogan antipemerintah. Para demonstran sempat memblokir salah satu ruas jalan raya, sebelum akhirnya polisi tiba dan membubarkan mereka.

Seorang warga setempat, Kultar Singh, menyebut operasi penyelamatan balita ini 'tertunda karena kurangnya bantuan teknis yang diperlukan'.


Sumur sempit yang menjadi lokasi jatuhnya balita ini, diketahui digali oleh keluarga balita tersebut tahun 1984 lalu dan difungsikan untuk irigasi ladang. Sumur itu tidak lagi digunakan setelah tahun 1991 lalu.

Menyusul insiden ini, Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh, telah memerintahkan pemeriksaan terhadap semua sumur terbuka di wilayah tersebut. "Sangat sedih mendengar kematian tragis Fatehveer," tulisnya via Twitter.

"Telah meminta laporan dari seluruh DC (Deputi Komisioner) terkait setiap sumur terbuka agar insiden buruk semacam ini bisa dicegah di masa mendatang," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed