"Balita baru berusia 30 bulan," kata pihak taman nasional dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat (7/6/2019).
Balita tersebut sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak berhasil diselamatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadia pada Rabu (5/6) malam waktu setempat. Macan tutul disebut masuk ke tempat tinggal staf yang dipisahkan dari sisa taman oleh pagar listrik.
Satu tim penjaga hutan pun memburu macan tutul itu dan menembaknya untuk menghindari risiko peristiwa yang sama terulang. Kucing besar itu disebut mungkin telah terbiasa berhubungan dengan manusia.
"Di tempat-tempat seperti TNK (Taman Nasional Kruger) predator berinteraksi dengan wisatawan dan staf dan hal itu dapat mengakibatkan spesies seperti terhabituasi (terbiasa) dengan manusia dan ketakutan mereka akan hilang," jelas pihak taman nasional.
"Perubahan perilaku alami dapat menyebabkan insiden yang tidak menguntungkan seperti ini," sambung mereka.
TNK mengatakan serangan itu merupakan bahaya yang dihadapi oleh staf dan anggota keluarga yang tinggal dan bekerja di taman. Namun, peristiwa seperti ini sangat jarang terjadi.
"Ini adalah risiko yang kami jalani setiap hari karena kami membantu melestarikan semua spesies," kata Fundisile Menieni.
Kruger mencakup wilayah hampir dua juta hektar dan merupakan rumah bagi lebih dari 500 spesies burung dan 147 spesies mamalia. Serangan itu sendiri terjadi di dekat Jembatan Buaya, sebuah kamp istirahat turis di dekat batas selatan taman.
Simak Juga 'Momen Bahagia Bocah Korban Konflik Afrika Melihat Salju': (haf/haf)










































