detikNews
Senin 03 Juni 2019, 12:51 WIB

Israel Serang Suriah di Tengah Permintaan Trump Hentikan Pengeboman

Haris Fadhil - detikNews
Israel Serang Suriah di Tengah Permintaan Trump Hentikan Pengeboman Pasukan Israel bermanufer di wilayah Dataran Tinggi Golan (Foto: JALAA MAREY / AFP)
Damascus - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta semua pihak menghentikan pengeboman di Suriah. Namun sekutu mereka, Israel, malah meluncurkan serangan ke Suriah di tengah permintaan Trump itu.

Dilansir dari AFP, Senin (3/6/2019), serangan Israel itu merupakan yang kedua kalinya diluncurkan Israel dalam kurun 24 jam pada Minggu (2/6).

Suriah menuding Israel menargetkan pangkalan udara di Homs. Serangan itu dilaporkan menewaskan 5 orang, setelah serangan sebelumnya disebut menewaskan 10 orang di Damaskus.

"Pertahanan udara kami menggagalkan agresi Israel dan menghancurkan dua roket yang menargetkan pangkalan udara T-4," kata sebuah sumber militer kepada kantor berita negara SANA.



Dia juga menyebut roket yang tersisa menewaskan satu tentara, melukai dua lainnya, dan merusak gudang senjata. Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris melaporkan lima orang tewas, termasuk seorang prajurit Suriah.

Selain tentara Suriah, pejuang Iran dan pasukan paramiliter Hizbullah juga disebut ditempatkan di pangkalan udara itu. Beberapa jam sebelumnya, Israel mengatakan telah melakukan serangan di provinsi Quneitra, yang meliputi Dataran Tinggi Golan, yang sebagian besar diduduki dan dianeksasi oleh Israel.

Serangan itu sendiri disebut sebagai tanggapan terhadap tembakan roket Suriah Sabtu (1/6) malam. Dua roket ditembakkan dari Suriah di Gunung Hermon di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dan satu telah berlokasi di wilayah Israel.

Trump sebelumnya meminta semua pihak menghentikan pengeboman di Suriah. Dia mempertanyakan apa yang didapat para pihak dengan saling serang di Suriah.

"Mendengar kabar bahwa Rusia, Suriah dan, pada tingkat lebih rendah, Iran, membom seperti neraka di Provinsi Idlib di Suriah, dan tanpa pandang bulu membunuh banyak warga sipil tak berdosa. Dunia menyaksikan penjagalan ini. Apa tujuannya, apa yang akan kamu dapat? Berhenti!" kata Trump di Twitter sesaat sebelum dia pergi untuk kunjungan kenegaraan ke Inggris sebagaimana dilansir dari AFP, Senin (3/6).

Ucapan Trump itu muncul setelah berbagai lembaga di Suriah mengecam tidak adanya tindakan internasional dalam menghadapi kekerasan yang meningkat di wilayah barat laut.

Sementara itu, Israel sendiri telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah. Sebagian besar serangan itu disebut mereka menargetkan Iran dan Hizbullah.

Negara itu mengatakan bertekad mencegah musuh bebuyutannya dari Iran membudidayakan dirinya secara militer di Suriah. Teheran disebut mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang delapan tahun negara itu yang disebut telah menewaskan lebih dari 370.000 orang.



Israel bersikeras mereka memiliki hak untuk terus menargetkan posisi di Suriah yang dipegang oleh Iran dan sekutu Lebanonnya Hizbullah untuk membela diri.

"Kami tidak akan mentolerir api di wilayah kami dan akan menanggapi dengan paksa setiap agresi terhadap kami," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (2/6) usai serangan pertama.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Kebuntuan itu telah mendidih sejak AS tahun lalu menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang dicapai Iran dengan negara-negara besar dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington menuduh Iran melakukan ancaman dan mengerahkan kelompok kapal induk dan pembom B-52 ke Teluk.
(haf/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed