detikNews
Sabtu 01 Juni 2019, 12:05 WIB

OKI Kutuk Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem, Serukan Boikot

Rita Uli Hutapea - detikNews
OKI Kutuk Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem, Serukan Boikot Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud (Foto: istimewa)
Mekah - Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengutuk pemindahan kedutaan Amerika Serikat dan Guatemala ke Yerusalem dan menyerukan semua anggota untuk memboikot negara-negara yang telah membuka misi diplomatik di kota tersebut.

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan final KTT OKI yang digelar di Mekah, Arab Saudi hari ini seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (1/6/2019). Dalam statemen bersamanya, OKI yang beranggotakan 57 negara itu, mengutuk keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

OKI juga menentang semua langkah-langkah ilegal Israel yang dimaksudkan untuk mengubah fakta-fakta di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem.


KTT OKI juga mengutuk situasi tidak manusiawi yang dialami warga muslim Rohingya di Myanmar dan menyerukan dihentikannya kekerasan. OKI menekankan bahwa pemerintah Myanmar punya tanggung jawab untuk melindungi warga negaranya.

Sebelumnya, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam Iran atas serangan-serangan baru-baru ini yang menargetkan kerajaan tersebut.

Raja Salman menyalahkan para milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran, atas serangan drone terhadap sebuah jalur pipa minyak Saudi. "Kami menekankan bahwa tindakan teroris subversif ini ditujukan tidak hanya pada kerajaan dan wilayah Teluk, tetapi juga pada keamanan navigasi dan pasokan energi bagi dunia," cetus Raja Salman dalam pidatonya saat membuka KTT OKI.


Iran yang mengirimkan utusannya ke KTT OKI tersebut, membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat setelah empat kapal tanker minyak, termasuk dua kapal tanker Saudi, rusak dalam serangan sabotase misterius di lepas pantai Uni Emirat Arab pada 12 Mei lalu. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton menyebut kapal-kapal tersebut diserang dengan menggunakan "ranjau-ranjau laut yang hampir pasti berasal dari Iran." Pemerintah Iran telah membantah tuduhan itu.


Tonton video AS-Iran Memanas, Trump Kirim 1.500 Tentara ke Timur Tengah:

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed