detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 16:28 WIB

Pria Pakistan Tega Habisi Nyawa Istrinya yang Mengidap HIV

Novi Christiastuti - detikNews
Pria Pakistan Tega Habisi Nyawa Istrinya yang Mengidap HIV Ilustrasi (Thinkstock)
Islamabad - Seorang pria di Pakistan tega membunuh istrinya yang positif mengidap virus HIV. Pembunuhan ini dilakukan pria ini setelah menuduh sang istri berselingkuh yang membuatnya terinfeksi HIV.

Kasus ini terjadi saat Pakistan sedang dilanda 'wabah' HIV dengan ratusan orang secara massal terinfeksi virus HIV dalam beberapa pekan terakhir sehingga memicu kepanikan publik dan mengarahkan sorotan pada standar kesehatan publik yang buruk.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/5/2019), pembunuhan ini terjadi di sebuah desa yang menjadi pusat 'wabah' HIV di pinggiran kota Larkana, Provinsi Sindh.


Menurut kepolisian setempat, korban yang berusia 32 tahun dan merupakan ibu dari empat anak ini, dinyatakan positif mengidap HIV dalam beberapa hari terakhir. Suami korban menuduhnya berselingkuh dengan pria lain.

"Pagi ini, sang suami mencekik korban dengan tali dan kemudian menggantungnya dari sebuah pohon di luar rumahnya," sebut pejabat kepolisian di Shikarpur, Roshan Ali, kepada AFP.

Ditambahkan Roshan Ali bahwa sang suami, yang tidak disebut namanya, kini telah ditahan polisi.

Kepala Kepolisian Distrik Shikarpur, Sajid Sadozai, mengonfirmasi kasus pembunuhan ini. Dia menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan tersangka telah dijerat dakwaan pembunuhan.


Kemarahan dan kekhawatiran semakin meluas di desa-desa miskin dan wilayah pinggiran dekat Larkana yang terdampak oleh epidemi ini. Otoritas setempat menyebut epidemi ini bisa disebabkan oleh kelalaian atau niat buruk seorang dokter lokal yang menggunakan jarum suntik terkontaminasi HIV.

Di wilayah pinggiran Sindh, yang diselimuti kemiskinan dan buta huruf, minimnya akses untuk informasi soal HIV dan penyakit lainnya membuat sebagian besar warga tidak menyadari bahaya dan cara virus HIV ditularkan.

Otoritas kesehatan setempat menyebut nyaris 700 orang, yang sebagian besar anak-anak, dinyatakan positif terinfeksi HIV dalam pemeriksaan yang digelar beberapa pekan terakhir. Para pakar memperingatkan lonjakan jumlah orang-orang yang terinfeksi di Pakistan karena penggunaan peralatan medis yang tidak steril dan maraknya malapraktik, yang terkadang dilakukan oleh dokter gadungan.

Diketahui bahwa Pakistan sejak lama dianggap memiliki prevalensi rendah untuk HIV, namun penyakit ini mengalami penyebarluasan hingga level mengkhawatirkan, khususnya di kalangan pengguna narkoba dan pekerja seks komersial.


Dengan 20 ribu kasus terinfeksi HIV baru dilaporkan sepanjang tahun 2017, menurut PBB, Pakistan saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan HIV tercepat kedua di kawasan Asia.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed