detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 18:14 WIB

2 Lagi Warga Prancis Dihukum Mati di Irak karena Gabung ISIS

Rita Uli Hutapea - detikNews
2 Lagi Warga Prancis Dihukum Mati di Irak karena Gabung ISIS Foto: AFP
Baghdad - Pengadilan Baghdad, Irak kembali menjatuhkan hukuman mati pada dua pria Prancis karena bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Ini menambah jumlah anggota ISIS asal Prancis yang divonis mati di Irak menjadi enam orang.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (29/5/2019), Brahim Nejara dan Karam El Harchaoui, keduanya berumur 30-an tahun, termasuk di antara 12 warga negara Prancis yang diserahkan ke otoritas Irak pada Januari lalu oleh pasukan yang memerangi ISIS di Suriah.

Vonis mati ini dijatuhkan pengadilan Irak meski pemerintah Prancis berulang kali menyatakan penolakannya atas hukuman mati setelah serangkaian vonis serupa pekan ini terhadap warga negara Prancis yang diserahkan ke otoritas Irak.


Beberapa bulan terakhir, Irak telah menahan ribuan militan, termasuk warga asing, yang ditangkap di Suriah oleh pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) yang didukung Amerika Serikat, selama pertempuran untuk menghancurkan "kekhalifahan" ISIS.

Menurut Pusat Analisis Terorisme Prancis, Nejara (33) terlibat dalam operasi petempur asing ISIS. Pria itu diduga membantu para petempur asing untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, membujuk salah satu saudara laki-lakinya untuk melakukan serangan di Prancis, dan terkait dengan Foued Mohamed-Aggad, salah satu pengebom bunuh diri di teater Bataclan dalam serangan-serangan di Paris pada tahun 2015.

Harchaoui (32) pergi ke Suriah dari Belgia pada tahun 2014. Menurut harian Belgia, HLN, adik laki-lakinya dan istri-istri mereka yang berkewarganegaraan Belgia juga merupakan anggota ISIS. Di persidangan di Baghdad pada Selasa (28/5) waktu setempat, Harchaoui yang tampak stres, mengatakan kepada hakim bahwa dirinya tidak bersalah.

"Saya tidak masuk ke Irak dan saya tidak berpartisipasi dalam pertempuran manapun baik di Suriah maupun Irak," cetusnya.


Kedua warga Prancis itu memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan banding atas vonis mati ini.

Baru-baru ini, empat warga Prancis lainnya -- Kevin Gonot, Leonard Lopez, Salim Machou dan Mustapha Merzoughi -- juga mendapat vonis mati oleh pengadilan Baghdad.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed