DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 18:49 WIB

Mundur, PM Inggris Sesalkan Kegagalannya Memuluskan Brexit

Novi Christiastuti - detikNews
Mundur, PM Inggris Sesalkan Kegagalannya Memuluskan Brexit PM Inggris Theresa May saat umumkan pengunduran dirinya (REUTERS/Simon Dawson)
London - Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menyesali kegagalannya dalam membawa Inggris keluar secara mulus dari Uni Eropa atau Brexit. Dalam pengumuman pengunduran dirinya, PM May mengharapkan penggantinya bisa memuluskan Brexit.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/5/2019), dalam pidatonya selama 7 menit, PM May mengakui bahwa dukungan dari anggota parlemen Partai Konservatif telah memudar sejak kegagalannya memuluskan Brexit yang diputuskan dalam referendum tahun 2016 lalu.

"Sejak pertama kali saya menginjakkan kaki melalui pintu di belakang saya sebagai Perdana Menteri, saya berjuang keras untuk menjadikan Inggris sebagai negara yang tidak hanya berhasil bagi segelintir orang, tapi bagi semua orang," ucap PM May dalam pernyataan di luar kantornya di 10 Downing Street, London.

"Dan untuk menghormati hasil referendum EU (Uni Eropa). Tahun 2016, kita memberikan pilihan kepada rakyat Inggris. Bertentangan dengan semua prediksi, rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa," sebutnya.

"Saya merasa sama yakinnya saat ini seperti tiga tahun lalu bahwa dalam demokrasi, jika Anda memberikan pilihan pada rakyat, Anda memiliki tugas untuk menerapkan apa yang mereka putuskan. Saya telah melakukan sebaik mungkin yang saya mampu untuk mewujudkan itu," tegas PM May.


PM May menuturkan bagaimana dirinya berupaya mengajukan proposal kesepakatan Brexit atau Rancangan Undang-undang (RUU) Brexit yang diharapkan bisa disetujui parlemen. Namun faktanya, RUU yang diajukan PM May selalu ditolak parlemen Inggris. RUU Brexit mengatur banyak hal soal hubungan masa depan Inggris dan Uni Eropa setelah 'bercerai'. RUU Brexit perlu disahkan menjadi Undang-undang (UU) agar proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa berjalan lancar.

Secara garis besar, RUU Brexit berisi kesepakatan dan instruksi dalam menjalin hubungan di masa depan dalam sektor ekonomi, keamanan dan berbagai area kepentingan lainnya antara Inggris dan negara-negara anggota Uni Eropa. Ada beberapa poin yang tidak disepakati anggota parlemen Inggris yang menolak RUU itu.

"Saya merundingkan ketentuan untuk keluarnya kita (dari Uni Eropa) dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kita yang melindungi lapangan pekerjaan, keamanan dan persatuan kita," tutur PM May.

"Saya telah melakukan semua hal yang saya bisa untuk meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan itu. Sangat disayangkan, saya belum bisa melakukannya. Saya telah mencoba tiga kali. Saya meyakini bahwa bertekun itu paling tepat, bahkan ketika peluang untuk kegagalan sangat tinggi," imbuhnya.

"Tapi sekarang menjadi jelas bagi saya bahwa menjadi kepentingan terbaik negara ini untuk memiliki seorang Perdana Menteri baru untuk memimpin upaya itu," tegas PM May dalam pernyataannya.

Tonton Video 20Detik: Perdana Menteri Inggris Theresa May Mundur

[Gambas:Video 20detik]



PM May lantas mengumumkan bahwa dia akan resmi mundur dari jabatan sebagai Ketua Partai Konservatif dan Unionist, dan otomatis sebagai PM Inggris, pada 7 Juni mendatang. Pengunduran diri ini, sebut PM May, akan membuka jalan bagi pemilihan penggantinya untuk memimpin Inggris.

"Saya telah memberitahu secara penuh Yang Mulia Ratu (Elizabeth II) soal niat saya dan saya akan terus mengabdi sebagai Perdana Menterinya hingga prosesnya selesai," ujarnya.

Lebih lanjut, PM May menyampaikan penyesalan atas kegagalannya membawa Inggris keluar secara mulus dari Uni Eropa. "Memang, dan akan selalu menjadi, penyesalan mendalam bagi saya bahwa saya tidak mampu memuluskan Brexit," ucapnya.

"Akan menjadi tugas pengganti saya untuk mencari cara ke depan yang menghormati hasil referendum. Untuk berhasil, dia harus menemukan konsensus di parlemen, yang tidak bisa saya capai. Konsensus tersebut hanya akan bisa dicapai jika semua pihak yang saling berdebat, bersedia untuk berkompromi," ucap PM May.



Simak Juga 'Soal Brexit, PM Inggris Terinspirasi Liverpool':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed