DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 15:50 WIB

Anak-anak yang Akan Diadopsi Dipamerkan di Mal Brasil, Publik Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Anak-anak yang Akan Diadopsi Dipamerkan di Mal Brasil, Publik Geram Ilustrasi (AFP/File Photo)
Brasilia - Parade anak-anak yang bisa diadopsi digelar di sebuah pusat perbelanjaan (mal) di Brasil dan menuai kecaman publik. Acara ini disamakan dengan penjualan binatang dan budak.

Seperti dilansir AFP, Jumat (24/5/2019), acara bertajuk 'Adoption On The Catwalk' ini digelar di sebuah pusat perbelanjaan bernama Pantanal di Cuiaba, Mato Grosso pada Selasa (21/5) waktu setempat.

Acara ini digelar oleh cabang lokal Komisi Anak-anak dan Pemuda (CYC) pada Asosiasi Pengacara Brasil dan Asosiasi Penelitian dan Pendukung Adopsi (AMPARA). Pernyataan resmi dari penyelenggara acara menyebut acara itu dirancang untuk 'memberikan pandangan bagi anak-anak dan remaja yang berhak diadopsi.'

"Seperti yang selalu kami katakan, apa yang dilihat oleh mata, dirasakan oleh hati," sebut Presiden CYC, Tatiane de Barros Ramalho, yang juga seorang pengacara.

"Ini merupakan malam bagi para pengadopsi untuk mengenal anak-anak dan remaja-remaja itu. Warga bisa memiliki informasi lebih banyak soal adopsi dan anak-anak sendiri akan merasakan hari spesial dengan mereka ikut dalam untuk parade," imbuhnya.


Sebuah foto yang dirilis oleh media lokal G1 menunjukkan seorang anak perempuan yang memakai kaos putih dan rok pendek warna merah muda, yang sedang berjalan di catwalk di depan para pengunjung. Dalam acara ini, para pengunjung terlihat mengambil video dan foto dengan telepon genggam mereka.

Namun pihak penyelenggara menyebut foto itu diambil saat acara serupa tahun 2016 lalu.

Berita soal parade itu memicu kemarahan di media sosial. Para penyelenggara terpaksa memberikan penjelasan dan menegaskan tidak ada satupun anak yang dipaksa itu acara tersebut.

"Tidak pernah menjadi tujuan ... untuk memperkenalkan anak-anak dan remaja ini kepada keluarga-keluarga agar bisa diadopsi," tegas Asosiasi Pengacara Brasil cabang Mato Grosso (OAB-MT) dalam pernyataan via akun Facebook-nya.

Namun diakui bahwa dua remaja akhirnya diadopsi setelah ikut acara serupa tahun 2016 lalu. "OAB-MT dan AMPARA menolak pemutarbalikan fakta terhadap acara ini yang mengaitkannya dengan masa-masa kelam sejarah kita," tegas OAB-MT dalam pernyataannya, merujuk pada trauma masa lalu Brasil sebagai pedagang budak. Diketahui bahwa perbudakan di Brasil dihapuskan sejak tahun 1888 silam.


Komentar OAB-MT itu memicu ratusan kecaman di media sosial. "Menjual binatang atau budak," tulis Juarez Ternus via Facebook.

"Memalukan ... itu seperti pameran anak-anak dalam bentuk pasar ternak," cetus pengguna media sosial lainnya.

Kementerian Hak Anak-anak dan Remaja Nasional menyatakan 'penyesalan' atas parade tersebut. Diketahui bahwa lebih dari 9.500 anak dan remaja kini menunggu diadopsi di Brasil. Angka itu didapat dari Kantor Adopsi Nasional.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed