DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 18:36 WIB

Geram, Duterte Perintahkan 69 Kontainer Sampah Dikirim ke Kanada

Novi Christiastuti - detikNews
Geram, Duterte Perintahkan 69 Kontainer Sampah Dikirim ke Kanada Presiden Filipina dRodrigo Duterte (Reuters)
Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte geram dan telah hilang kesabaran terkait sengketa kiriman sampah dari Kanada. Duterte memerintahkan pemerintahannya menyewa jasa perusahaan pengiriman swasta untuk mengirimkan 69 kontainer berisi sampah kembali ke Kanada.

Jika Kanada menolak, Duterte memerintahkan agar kontainer-kontainer itu ditinggalkan di perairan Kanada.

"Filipina sebagai sebuah negara merdeka yang berdaulat tidak seharusnya diperlakukan seperti sampah oleh negara asing lainnya," ucap juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, seperti dilansir Reuters, Rabu (22/5/2019).

Otoritas Kanada sebelumnya menyatakan bahwa kiriman sampah ke Filipina itu merupakan bagian dari transaksi komersial dan tidak didukung pemerintah Kanada. Diketahui bahwa sekitar 2.450 ton sampah itu dikirimkan sebuah perusahaan yang berkantor di Kanada, ke Filipina, tahun 2013 dan 2014 lalu.


Kanada telah menawarkan untuk mengambil kembali sampah-sampah itu. Kedua negara pun dalam proses mengatur pengembalian kiriman sampah itu.

Namun Kanada melewatkan batas waktu 15 Mei untuk pengembalian kiriman sampah yang ditetapkan Filipina. Hal ini membuat pemerintah Filipina menarik Duta Besar (Dubes) dan Konsul-konsulnya dari Kanada, pekan lalu.

"Jelas, Kanada tidak menganggap serius isu ini maupun negara kita. Rakyat Filipina sangat terhina karena Kanada memperlakukan negara ini sebagai tempat pembuangan," ujar Panelo dalam pernyataannya.

Belum ada tanggapan dari pemerintah maupun kedutaan Kanada di Manila terkait hal ini.


Terkait sengketa kiriman sampah ini, Filipina telah melayangkan sejumlah protes diplomatik ke Kanada sejak putusan pengadilan tahun 2016 yang menyatakan sampah harus dikembalikan.

Filipina menyebut bahwa kontainer-kontainer itu diberi label 'plastik untuk daur ulang' tapi para pemeriksa Filipina mendapati sampah-sampah yang berupa popok, koran dan botol minuman itu tidak bisa didaur ulang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed