DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 11:37 WIB

Ketegangan AS dan Iran Meningkat, PBB Prihatin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ketegangan AS dan Iran Meningkat, PBB Prihatin Presiden AS Donald Trump (Foto: DW (News))
New York - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara itu pun diserukan untuk menahan pernyataan-pernyataan mereka.

Hal tersebut disampaikan PBB setelah Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahwa serangan dari Iran akan dihadapi dengan respons AS yang menghancurkan, yang akan menandai "akhir resmi Iran."

"Kami prihatin akan meningkatnya retorika," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (21/5/2019).

"Kami akan meminta semua pihak untuk menurunkan retorika dan juga menurunkan ambang batas tindakan," imbuhnya.


Dujarric mengatakan bahwa pejabat-pejabat PBB saat ini tengah melakukan kontak dengan AS dan Iran di berbagai level untuk mencoba meredakan situasi. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai pembicaraan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada hari Minggu (19/5) di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

"Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran," kata Trump. "Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!"

Cuitan itu tampaknya menjadi salah satu ancaman Trump yang paling terbuka terhadap Iran sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Selama sebulan terakhir, AS telah mengambil posisi yang semakin agresif terhadap Teheran.

Washington pekan lalu mengerahkan kapal induk, pesawat-pesawat pengebom, kapal serbu dan baterai rudal Patriot ke Teluk Persia untuk memerangi apa yang disebutnya sebagai "ancaman" Iran, yang memicu kekhawatiran akan adanya pertarungan militer.


Namun Iran mengesampingkan ancaman konflik terbuka dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Sabtu (18/5) bahwa Teheran tidak mencari masalah dengan AS atau sekutu regionalnya.

"Kami yakin," kata Zarif. "Tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang, juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah (Timur Tengah)."

Namun, seorang komandan organisasi paramiliter elit Iran, Garda Revolusi, menawarkan pesan berbeda pada hari Minggu (19/5). Tentara AS akan "mudah dikalahkan," tutur Komandan Hossein Salami dalam sebuah pernyataan.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed