DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 16:26 WIB

Intelijen Belanda Tengah Selidiki Huawei Atas Dugaan Spionase

Novi Christiastuti - detikNews
Intelijen Belanda Tengah Selidiki Huawei Atas Dugaan Spionase Ilustrasi (David Becker/Getty Images)
Amsterdam - Badan intelijen Belanda sedang menyelidiki raksasa telekomunikasi China, Huawei, atas dugaan spionase. Dalam penyelidikan itu, Huawei dicurigai menjadi mata-mata untuk pemerintah China.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/5/2019), penyelidikan terhadap Huawei ini dilaporkan oleh surat kabar lokal De Volkskrant dalam laporan terbarunya.

Laporan De Volkskrant menyebut penyelidikan terhadap Huawei dilakukan oleh AIVD, Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda, yang meyakini perusahaan telekomunikasi China itu memiliki akses rahasia dan tersembunyi soal informasi pelanggannya untuk tiga jaringan telekomunikasi utama Belanda.

Tiga jaringan telekomunikasi utama Belanda yang dimaksud adalah Vodafone/Ziggo, T-Mobile/Tele2 dan KPN.


Dilaporkan juga oleh De Volkskrant bahwa AIVD sekarang sedang menyelidiki apakah akses rahasia itu ada kaitannya dengan upaya spionase pemerintah China.

Pihak AIVD menolak untuk mengonfirmasi laporan De Volkskrant tersebut. "Kami tidak mengomentari soal dugaan kasus-kasus individu," ucap juru bicara AIVD, Hilbert Bredemeijer, kepada AFP.

Sedangkan pihak Huawei menyangkal laporan itu. "Di setiap negara kami menjalankan bisnis, kami mematuhi hukum dan aturan dan kami melindungi privasi konsumen-konsumen kami," demikian pernyataan Huawei kepada surat kabar De Volkskrant.

Laporan ini mencuat saat sejumlah negara Barat sedang menimbang risiko untuk mengizinkan Huawei terlibat dalam infrastruktur jaringan 5G di negara mereka.


Laporan De Volkskrant ini dirilis saat masa-masa sensitif ketika Perdana Menteri Mark Rutte akan memutuskan soal keterlibatan Huawei dalam jaringan 5G di negara tersebut.

Perdebatan soal Huawei di Belanda ini menjadi bagian lebih luas dari pertempuran perdagangan dan pengaruh global antara China dan Amerika Serikat (AS). Pada Rabu (15/5) lalu, Presiden AS Donald Trump secara efektif melarang Huawei dari pasar Amerika di tengah kekhawatiran China memata-matai komunikasi dan meraup akses pada infrastruktur kritis.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed