DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 12:46 WIB

Terduga ISIS yang Ditangkap Malaysia Dilatih Merakit Bom oleh JAD

Novi Christiastuti - detikNews
Terduga ISIS yang Ditangkap Malaysia Dilatih Merakit Bom oleh JAD Ilustrasi (AFP PHOTO)
Kuala Lumpur - Dua dari tiga terduga militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang ditangkap Kepolisian Malaysia disebut pernah menjalani pelatihan merakit bom di Yogyakarta. Keduanya yang warga Malaysia ini dilatih oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tahun lalu.

Inspektur Polisi Jenderal Abdul Hamid Bador selaku Kepala Kepolisian Malaysia dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa tiga terduga militan ISIS ditangkap oleh Divisi Pemberantasan Terorisme pada Kepolisian Malaysia di Kedah dan Selangor pada Selasa (14/5) waktu setempat.

Ketiga tersangka yang ditangkap terdiri atas dua warga Malaysia bernama Muhammad Syazani Mahzan (27) dan Muhamad Nuurul Amin Azizan (27) juga satu warga negara Indonesia (WNI) bernama Nuruddin Alele alias Fatir Tir (34).


Seperti dilansir The Star dan AFP, Jumat (17/5/2019), Abdul Hamid menyebut dua tersangka asal Malaysia pernah belajar merakit bom di Indonesia tahun 2018 lalu.

"Dua tersangka ini... pernah mengikuti latihan merakit bom di Yogyakarta tahun 2018 yang digelar oleh kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah Indonesia," ungkapnya. Diketahui bahwa JAD telah menyatakan sumpah setia pada ISIS dan dianggap bertanggung jawab atas serentetan bom bunuh diri di gereja-gereja Surabaya tahun lalu.

"Mereka belajar bagaimana caranya membuat Triacetone triperoxide (TATP)," imbuh Abdul Hamid, merujuk pada bom rakitan yang bisa dibuat dengan mudah dengan reagen (bahan kimia) yang gampang didapat dan sulit dideteksi.

Kepolisian Malaysia menyebut Muhammad Syazani dan Muhamad Nuurul ditangkap setelah menyerahkan diri ke polisi setempat, usai keluarga mereka bersedia bekerja sama dengan otoritas Malaysia.


Disebutkan Kepolisian Malaysia bahwa keduanya merupakan anggota sel teror berbeda dan tidak tergabung dengan sel 'kawanan serigala' terkait ISIS yang dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat bulan suci Ramadhan.

Empat anggota sel 'kawanan serigala' bersama Nuruddin Alele, WNI yang ditangkap pada hari yang sama dengan dua warga Malaysia itu, diduga merencanakan serangan terhadap tempat-tempat ibadah non-muslim di Klang Valley, juga terhadap tempat-tempat hiburan di Malaysia.

Selain merencanakan serangan teror, mereka juga berencana membunuh tokoh penting atau target VIP yang dianggap gagal 'melindungi kesucian Islam'. Target VIP yang dimaksud tidak disebut lebih lanjut oleh polisi Malaysia.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed