detikNews
Rabu 15 Mei 2019, 09:49 WIB

Polisi AS Tembak Mati Wanita Hamil yang Melawan Saat Akan Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi AS Tembak Mati Wanita Hamil yang Melawan Saat Akan Ditangkap Ilustrasi (Thinkstock)
Texas - Kepolisian Texas di Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang wanita yang mengklaim dirinya sedang hamil saat akan ditangkap. Penembakan fatal ini memicu perdebatan publik di media sosial soal apakah penembakan itu dibenarkan.

Seperti dilansir CNN, Rabu (15/5/2019), penembakan ini terekam video amatir yang beredar di media sosial. Opini publik terbelah terkait penembakan fatal ini.

Insiden ini berawal saat seorang polisi senior berpatroli di sekitar kompleks apartemen di Baytown, Houston pada Senin (13/5) malam waktu setempat. Di area parkir apartemen, sang polisi yang tidak disebut namanya mengenali seorang wanita yang memiliki surat perintah penangkapan terkait sebuah kasus yang tidak disebut lebih lanjut.

Polisi ini lantas berusaha menangkap wanita yang disebut berusia 45 tahun itu. Keributan pun terjadi saat penangkapan karena wanita itu melakukan perlawanan.


Rekaman video berdurasi 39 detik itu menunjukkan momen saat polisi berusaha menangkap wanita itu. Si wanita terdengar berteriak ke arah polisi dan menyebut sang polisi telah 'melecehkan' dirinya. Saat polisi berusaha memborgol wanita itu, dia berhasil melepaskan diri.

Sekitar 17 detik pertama video tersebut, terlihat polisi menembakkan taser -- senjata kejut listrik -- ke wanita tersebut. Saat wanita itu tergeletak di atas aspal, pergulatan pun terjadi dan wanita itu terus bertanya 'Mengapa?' namun sang polisi tidak mengatakan apapun.

Sang polisi terus berupaya menangkap wanita dan dia berteriak: "Saya hamil."

Beberapa detik kemudian, polisi itu melepas lima kali tembakan dengan pistolnya. Tembakan itu diarahkan ke wanita tersebut dan menewaskannya.


Salah satu anggota keluarga wanita itu mengidentifikasinya sebagai Pamela Shantay Turner. Dalam pesan singkatnya, pejabat kepolisian setempat, Letnan Steve Dorris, menyatakan bahwa Turner sebenarnya tidak hamil. Tidak diketahui pasti dari mana informasi itu didapatkan polisi.

Kepolisian Baytown dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa wanita itu 'berhasil merebut taser (milik polisi) dan menggunakannya pada sang polisi'. Dorris menyebut Turner menyerang sang polisi dengan taser di bagian selangkangan sang polisi. Serangan itu mengejutkan sang polisi yang kemudian melepas tembakan.

Pihak kepolisian juga menyebut bahwa polisi itu berusaha memberikan pertolongan pertama terhadap wanita itu, namun dia tewas seketika di lokasi.

Floyd Rubin yang memiliki dua anak dengan Turner, mengatakan bahwa polisi sama sekali tidak menjelaskan detail soal penembakan fatal itu kepada keluarga Turner. Saudara perempuan Turner, Antoinette, menuturkan kepada KPRC afiliasi CNN bahwa Turner memiliki dua anak yang berusia 20-an tahun dan tiga cucu.


Penembakan ini memicu perdebatan karena Turner merupakan wanita Afrika-Amerika, yang mengingatkan pada maraknya penembakan brutal polisi AS terhadap warga kulit hitam. Identitas polisi yang menembak Turner tidak disebut lebih lanjut, hanya disebut bahwa dia seorang polisi veteran yang telah bekerja selama 11 tahun.

Kini, sang polisi sedang cuti, sementara penyelidikan atas insiden ini tengah dilakukan. "Kantor jaksa Distrik Harris County ada di lokasi dan membantu penyelidikan, yang tergolong normal untuk insiden semacam ini," demikian pernyataan kepolisian setempat.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com