DetikNews
2019/04/29 19:58:05 WIB

FAA Sempat Pertimbangkan Grounded Boeing 737 MAX Tahun Lalu

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
FAA Sempat Pertimbangkan Grounded Boeing 737 MAX Tahun Lalu Ilustrasi Boeing 737 MAX (Stephen Brashear/Getty Images)
Washington DC - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS) atau FAA ternyata sempat mempertimbangkan meng-grounded pesawat jenis Boeing 737 MAX tahun lalu, sebelum kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines terjadi. Penyebabnya, pihak Boeing tidak memberitahu pihaknya soal sinyal malfungsi yang sengaja dinonaktifkan.

Para penyidik dalam kecelakaan Lion Air JT 610 yang jatuh pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh pada Maret lalu, fokus pada sistem anti-stall bernama Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) pada Boeing 737 MAX. Sistem MCAS dicurigai menjadi penyebab dua kecelakaan maut tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (29/4/2019), seorang sumber yang memahami isu Boeing 737 MAX mengungkapkan bahwa FAA sempat mempertimbangkan untuk meng-grounded sejumlah Boeing 737 MAX sejak tahun lalu, setelah menemukan masalah pada sistem MCAS.


Menurut sumber tersebut, para pemeriksa FAA pada tahun lalu mendapati Boeing menonaktifkan sebuah sinyal yang dirancang untuk memberitahu awak kokpit soal malfungsi sistem MCAS. Temuan itu didapat pemeriksa FAA yang ditugaskan mengawasi Southwest Airlines, pengguna Boeing 737 MAX terbesar -- dengan 34 pesawat.

Seorang juru bicara Southwest Airlines menuturkan bahwa sebelum kecelakaan Lion Air pada Oktober 2018, sinyal malfungsi 'disebut dapat dioperasikan oleh Boeing pada seluruh pesawat (jenis Boeing 737) MAX'. Awak kokpit Southwest Airlines mengira sinyal malfungsi bisa dimatikan dan diaktifkan seperti model 737 sebelumnya.

Setelah kecelakaan terjadi, sebut juru bicara Southwest Airlines, pihak Boeing baru memberitahu soal sinyal malfungsi yang 'dimatikan kecuali diminta secara khusus untuk diaktifkan'. Informasi tersebut membuat pihak Southwest Airlines untuk memilih opsi tersebut untuk seluruh armada Boeing 737 MAX miliknya.

Pada tahap itulah, pemeriksa FAA menyadari Boeing memilih untuk menjadikan sinyal malfungsi sebagai opsi yang memerlukan biaya tambahan. FAA juga menyadari bahwa Boeing sengaja menonaktifkan sinyal malfungsi pada semua Boeing 737 MAX yang dikirimkan ke Southwest Airlines tanpa memberitahu pihak maskapai.


Menurut sumber yang dikutip AFP, pihak FAA saat itu mempertimbangkan untuk merekomendasikan grounded pesawat-pesawat Boeing 737 MAX yang tidak aktif sinyal malfungsinya. FAA juga menjajaki apakah para pilot yang menerbangkan Boeing 737 MAX membutuhkan pelatihan tambahan soal sinyal malfungsi tersebut.

Sumber ini menyebut, FAA akhirnya memutuskan tidak meng-grounded Boeing 737 MAX, namun hasil diskusi soal sinyal malfungsi ini tidak pernah diteruskan kepada pejabat dengan posisi lebih tinggi dalam struktur FAA. Laporan soal hal ini pertama kali disampaikan oleh media terkemuka The Wall Street Journal.

Pihak FAA enggan mengomentari soal laporan ini.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed