DetikNews
Rabu 17 April 2019, 11:34 WIB

Macron Bertekad Bangun Kembali Katedral Notre-Dame dalam 5 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Macron Bertekad Bangun Kembali Katedral Notre-Dame dalam 5 Tahun Bagian dalam Katedral Notre-Dame yang terbakar (Christophe Petit Tesson/Pool via REUTERS)
FOKUS BERITA: Kebakaran Notre Dame
Paris - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan akan membangun kembali Katedral Notre-Dame yang atapnya hangus terbakar 'menjadi lebih indah'. Macron bertekad bahwa pembangunan kembali akan berlangsung dalam waktu lima tahun ke depan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/4/2019), ini menjadi momen pertama Macron mengumumkan kerangka waktu yang lebih cepat untuk pembangunan kembali Katedral Notre-Dame, yang oleh para pakar diperkirakan akan memakan waktu beberapa dekade atau puluhan tahun.

Tekad untuk membangun kembali Katedral Notre-Dame dalam waktu lima tahun ini disampaikan Macron dalam pidato nasional menanggapi tragedi kebakaran ini pada Selasa (16/4) waktu setempat. Dalam pidatonya, Macron memuji bagaimana tragedi itu menunjukkan kekuatan rakyat Prancis untuk bergerak dan bersatu.

Tercatat sumbangan sekitar 700 juta Euro (Rp 10,9 triliun) telah disalurkan dari para miliarder dan pengusaha kaya Prancis untuk memulihkan kembali karya agung berusia 850 tahun itu.


Otoritas setempat menyatakan bahwa sebagian besar atap katedral bersejarah itu hancur akibat kebakaran yang berkobar selama 15 jam. Menara runcing ikonik setinggi 96 meter ambruk dan struktur kayu sepanjang lebih dari 100 meter yang berusia ratusan tahun di bagian loteng katedral juga hangus terbakar.

Organ utama yang memiliki 8 ribu pipa yang ada di dalam Katedral Notre-Dame juga mengalami kerusakan akibat kebakaran. Namun struktur utama katedral dan dua menara bel, serta kaca jendela mosaik berwarna-warni yang terkenal, berhasil lolos dari api.

"Kita akan membangun kembali katedral lebih indah dan saya ingin itu diselesaikan dalam lima tahun. Dan kita bisa melakukannya," ucap Macron dalam pidato di Istana Elysee di Paris. Pernyataan Macron ini mengindikasikan bahwa dia ingin pembangunan ulang diselesaikan saat Paris menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2024.


Macron menyatakan bahwa kebakaran dramatis di Katedral Notre-Dame telah menunjukkan yang terbaik dari warga Prancis, meskipun diwarnai upaya memecah belah.

"Apa yang kita lihat semalam di Paris adalah kekuatan kita untuk bergerak dan bersatu. Sejarah kita tidak akan pernah berhenti dan bahwa kita akan selalu menghadapi cobaan," imbuhnya, merujuk pada malam penyalaan lilin untuk tragedi Notre-Dame pada Selasa (16/4) malam waktu setempat.

Foto-foto terbaru bagian dalam katedral menunjukkan tembok-tembok utama berdiri tegak, dengan patung-patung masih utuh dan tanda salib emas raksasa di atas altar masih gemerlap. Meskipun lantai katedral ditutupi timbunan puing yang berjatuhan dari bagian atap juga genangan air sisa upaya pemadaman yang intens.


Menteri Dalam Negeri junior, Laurent Nunez, menuturkan kepada wartawan bahwa upaya mengamankan struktur katedral masih berlanjut hingga Kamis (18/4) waktu setempat. Para petugas pemadam kebakaran masih dalam proses memindahkan artefak dan karya seni yang belum sempat dievakuasi saat kebakaran terjadi.

Nunez menyatakan bahwa gedung katedral berhasil diselamatkan oleh 400 petugas pemadam dalam masa-masa kritis antara 15-30 menit setelah kebakaran terjadi. Meskipun ada 'sejumlah kelemahan' dalam struktur yang dibangun pada abad ke-13 itu, Nunez menegaskan bahwa bangunan secara keseluruhan masih bertahan.


Tonton juga video Bos LVMH Sumbang Triliunan Rupiah Bangun Kembali Notre Dame:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kebakaran Notre Dame
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed